60 Kali Kegiatan Diduga Fiktif, PPTK : Tanya Pimpinan, Kasat pol PP : Saya Tidak Pernah Keluarkan SPT

60 Kali Kegiatan Diduga Fiktif, PPTK : Tanya Pimpinan, Kasat pol PP : Saya Tidak Pernah Keluarkan SPT

HARIANSIBER.COM|TANJUNGPINANG –Adanya dugaan bahwa 60, 58 dan 20 kali kegiatan pengamanan dan penegakan hukum upaya pencegahan penyebaran covid-19 di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Provinsi Kepulauan Riau menghabiskan 59,800 juta.  PPTK yang juga Kepala Seksi Operasional dan KPA yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Trantib, masing-masing menerima honorium 6 juta Rp hingga 5,8 juta dan 18 personil lainnya mendapatkan 2 juta  Rabu, 20 Mei 2020 lalu.

Berdasarkan dokumen yang dimiliki awak media ini, kegiatan tersebut diajukan dengan rincian bahwa masing-masing tiga kepala seksi di bidang trantib tersebut mendapatkan honorium Rp. 100.000 per hari, dengan rincian kegiatan 60, 58, dan 20 hari kegiatan pengamanan dan penegakan hukum sehingga masing-masing tiga kepala seksi mendapatkan honor dari uang bencana tersebut 6 juta

Sementara Kepala Bidang Trantib mendapatkan honor 5,8 juta dengan uraian 58 hari kegiatan, sementara 18 personil Satpol lainnnya mendapatkan 2 juta rupiah dengan rincian 20 hari kegiatan sehingga total mencapai Rp 59.800.000. Total kegiatan tersebut diluar honorium tim penjagaan rumah karantina, dan penjagaan Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib Provinsi Kepri.

Ihksan Yudhitra Usman selaku Pejabat PPTK kegiatan ini saat dikonfirmasi Hariansiber.com, terkait munculnya 60 kali kegiatan untuk tiga kepala seksi, 58 kali untuk kepala Bidang dan 22 Kali untuk 18 personil. Mengarahkan untuk menanyakan hal tersebut ke Kepala Satpol PP dan Penanggulangan kebakaran Provinsi Kepri, Subandi.

“Wlikumslm,,,mohon maaf sebelumnya sy tidak berkapasitas untuk menjawab prtanyaan trsbut,silahkan konfirmasi k pimpinan, maaf,” ungkap Ikhsan melalui media whatsapp, Jumat(26/6) sore.

Baca juga :

Ditengah Covid 19, Ada Dugaan Pengamanan Fiktif di Jembatan Oleh Satpol PP Kepri

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Provinsi Kepulauan Riau Subandi yang dikonfirmasi awak media ini terkait dengan anggaran Rp.59.800.000 tersebut tidak mengetahui  kegiatan tersebut, mengingat dirinya tidak pernah mengeluarkan Surat Perintah Tugas

“Yang saya buat itu tiga kali, kegiatan tersebut melibatkan instansi lain, sebagaimana yang diuraikan dalam SK Gugus tugas yang dikeluarkan Gubernur Provinsi Kepri, seperti TNI, Polri. Kalau kegiatan yang muncul 60 kali, ya silakan ditanyakan kepada yang membuat SPT (Kabid Trantib atau KPA red).”Jelas Subandi.

Subandi menjelaskan berdasarkan SK Gubernur Kepri nomor 345 tahun 2020 tentang Gugus tugas, secara jelas diuraikan dalam diktum SK tersebut, yakni melakukan kegiatan Pengamanan dan penegakan hukum secara menyeluruh dan melibatkan Instansi lain

Dalam SK tersebut, Instansi lain itu dijabarkan Kepala Satpol PP selaku ketua, Kepala Kanwil Kemenkumham, Biro Setda Kepri, Kabid Propam Polda, Kapolres Kabupaten/Kota se Provinsi Kepri, Satpol PP kabupaten-kota se Provinsi, Subdenpom TNI AD, Pom TNI AU dan Pom Lantamal IV Tanjungpinang

“Beberapa kali kegiatan, seperti titik kumpul di lapangan Pamedan, Halaman Ramayana dan Bintan Center Kilometer 9, itu kita buat bersama instansi lain, sebagaimana dalam uraian SK tersebut. Kalau 60 kali, 58 kali dan 20 kali terhadap 22 personil, yang totalnya 59, 800 juta silakan ditanyakan kepada KPA ataupun PPTK, karena saya tidak pernah buat SPT.”Jelas Ketua tim Gugus tugas bidang Pengamanan dan Penegakan hukum tersebut

Anggaran 59,800 juta tersebut dijelaskan Subandi merupakan diluar kegiatan pengamanan Rumah Karantina, maupun RSUD Raja Ahmad Thabib

“Total anggaran tersebut 200 juta. Jadi 59,800 juta itu merupakan diluar penjagaan rumah karantina dan Rumah Sakit,” tutupnya.

Red

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )