Aksi Kepedulian Lingkungan Bebas Sampah Dicurigai Bawaslu, Walikota Blitar Santoso Naik Pitam

Aksi Kepedulian Lingkungan Bebas Sampah Dicurigai Bawaslu, Walikota Blitar Santoso Naik Pitam

HARIANSIBER.COM|BLITAR – Di hari pertama kerja usai cuti kampanye, Walikota Blitar Santoso langsung bergerak membenahi kota. Dengan membagikan gerobak sampah pada 21 kelurahan pada Senin (7/12/2020) di Balai Kota Kusuma Wicitra.

Namun di aksi kepedulian terhadap sampah itu, Walikota Santoso dibuat geram. Akibat petugas Bawaslu Kota Blitar yang menerjunkan sejumlah anggotanya dengan penuh kecurigaan dan mengancam membubarkan bila bermuatan kampanye.

“Pembagian gerobak sampah di 21 kelurahan ini di momen yang tepat di musim penghujan kalau tidak ditangani baik dengan penambahan sarana akan menimbulkan tumpukan sampah dan berbagai penyakit muncul. Makanya saudara Bawaslu di luar ini harus tahu memilah-milah mana kampanye, mana tugas walikota jangan dikait kaitkan dengan pilkada,” kata Walikota menyemprot anggota Bawaslu yang duduk berjejer di luar ruangan.

Dia menekankan agar Bawaslu mengetahui konteks acara dengan benar. Seperti kegiatan saat itu adalah kegiatan pemerintah yang baik bagi kemaslahatan seluruh masyarakat Kota Blitar. Pada hari itu tidak hanya pembagian gerobak sampah juga pembukaan pelatihan membuat kompos dan penghargaan Adipura pada warga peduli lingkungan.

“Jangan dilihat sisi negatifnya kalau ini kampanye. Saya jadi walikota sangat paham kampanye ditutup 5 Desember kemarin. Jangan setiap kegiatan selalu dikaitkan kesana kalau tidak paham tanya saya langsung,” tegasnya.

Santoso menjelaskan permasalahan sampah Kota Blitar tidak sesederhana yang dipikirkan. Perhari ada 45 ton lebih sampah yang harus diolah yang dikoordinir oleh Dinas Lingkungan Hidup. “Oleh karena itu kewajiban saya untuk mengajak dan menggerakkan dan ikut partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungannya ‘Kotaku’ kota tanpa kumuh,” tambah Santoso.

Ia berharap keberadaan gerobak sampah baru ini dapat menjangkau gang-gang kecil. Sekaligus dapat membuka lapangan pekerjaan, khususnya untuk masyarakat bawah. Mulai di tingkat RT/RW, pengemudi gerobak, hingga pengumpul sampah.

“Nah, ini saya rasa inovasi yang sangat menyentuh akar permasalahan dan bisa menggerakkan ekonomi akar rumput, ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah, dan ekonomi rumah tangga,” tutur pemimpin yang dikenal peduli wong cilik ini.

Untuk diketahui dalam kegiatan tersebut dihadiri segenap lurah dan camat se-Kota Blitar. Juga para pegiat peduli sampah ada 200 orang yang hadir. Para pegiat peduli sampah itu menerima berbagai piagam penghargaan lantaran membantu pemerintah dalam mewujudkan kota bersih bebas sampah.

(Meidian Dona Doni)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )