Alamak, Tanpa Musyawarah E-Warung Tanjung Aman dipindahkan

Alamak, Tanpa Musyawarah E-Warung Tanjung Aman dipindahkan

HARIANSIBER.COM|Lampung Utara – Pemindahan e-Warung tempat Penyaluran Sembako dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada Keluarga Penerima Manpaat ( KPM) dilakukan tanpa dilandasi rapat musyawarah kepada petugas e-Warung sebelumnya.

Hal ini terjadi disalah satu e-Warung yang ada diwilayah Kelurahan Tanjung aman Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

Menurut penuturan Pak Moyo, awalnya Pendamping dari BPNT Kecamatan Kotabumi Selatan, Aelani, mengutus seseorang untuk meminjam SK e-Warung atas nama dirinya, dengan alasan mau mengambil mesin EDC di Bank Mandiri sebagai alat tempat mengesek ATM milik KPM Penerima BPNT.

“Namun seiringnya waktu tanpa apa pemberitahuan dan kesepakatan antara pemilik e-Warung sebelumnya, lanjut Pak Moyo, tiba tiba langsung dipindahkan begitu saja, bukan hanya itu SK e- Warung yang baru juga telah terbit.”ujarnya kepada media ini. Selasa (20/10/2020) malam.

Melihat hal itu dirinya menilai ada kejanggalan karena sebelumnya pada tahun 2019 lalu, Pendamping Kecamatan bersama pihak dari Bank Mandiri telah melakukan Survey kelayakan kerumah kediamannya untuk dijadikan tempat e-Warung, karena dinilai telah memenuhi kriteria dan layak akhirnya rumahnya dijadikan e-Warung dan telah berjalan satu tahun lebih.”terangnya.

Dirinya tidak mempersoalkan pemindahan e-Warung tersebut asalkan dilakukan dengan cara duduk bersama secara musyawarah tidak serta merta dipindahkan begitu saja, seolah olah ada apa, apalagi SK saya yang dipinjam oleh Pendamping juga belum dikembalikan.

“Seharusnya proses pemindahan e-Warung itu dilakukan melalui proses yang baik melalui musyawarah dan ada berita acaranya juga surat Pengunduran diri dari petugas e-Warung sebelumnya maka proses pemindahan e-Warung ini akan terlihat akan lebih baik dan indah pastinya.”ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara, M.Erwinsyah, menjelaskan, sebelumnya e- Warung itu adalah usulan dari Desa dan Kelurahan kepada pihak Bank, selanjutnya dari pihak Bank tersebut melakukan Uji kelayakan apakah layak atau tidaknya untuk dijadikan e-Warung, dan pihak Bank itu nanti yang menerbitkan SKnya.

“Dinas Sosial hanya sebagai Monitoring dan Pengawasan apabila ada persoalan terkait sinyal ataupun ada oknum e-Warung yang kurang baik, kita akan koordinasikan dengan pihak Pendamping untuk dilakukan evaluasi.” jelasnya. Rabu (21/10/2020).

Sementara itu, Kasubag Perencanaan Bantuan Sosial,
Yuni Santoso mengucapkan, terima kasih atas peran serta media yang telah ikut melakukan Pengawasan dalam hal penyaluran Bantuan sosial ini. Kami cukup terbantu dengan adanya Informasi dari media terkait persoalan yang terjadi di lapangan.

Sembari menegaskan, silahkan laporkan kepihak APH apabila ada oknum yang bermain main dengan Bantuan sosial ini.” tegas nya.

Sayangnya pihak pendamping Kecamatan Kotabumi selatan belum bisa dimintai informasi terkait hal itu, dihubungi media ini melalui sambungan telephone selullernya tidak diangkat.

(Anton)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )