Baru Dibangun Sudah Rapuh, DPRD Kabupaten Blitar Bongkar Proyek Irigasi Senilai Rp 671 Juta

Baru Dibangun Sudah Rapuh, DPRD Kabupaten Blitar Bongkar Proyek Irigasi Senilai Rp 671 Juta

HARIANSIBER.COM|BLITAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar merekomendasikan membongkar proyek pembangunan irigasi di Kecamatan Selopuro. Sebab dalam inspeksi Jumat (6/11/2020) ditemukan kualitas pembangunan jauh dibawah standar.

Bagaimana tidak, meski baru saja dibangun dengan pelaksanaan 28 Juli sampai dengan 24 Desember sudah rapuh. Dipukul pakai sebatang bambu saja semen perekat sudah hancur. Padahal nilai proyek irigasi itu memakan dana mencapai Rp 671 juta yang dengan hasil demikian merugikan masyarakat.

Membuat dewan merekomendasikan bagian pembangunan yang buruk sepanjang 1,8 kilometer harus dibongkar dan diperbaiki kembali. “Di inspeksi mendadak kemarin kita menemukan pembangunan irigasi yang kualitasnya tidak beres. Maka itu perlu dibongkar dan diperbaiki lagi,” ungkap Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto.

Menurut Panoto, hal yang membuat buruknya kualitas bangunan irigasi itu adalah campuran bahan konstruksi. Ada bahan yang dikurangi bangunan rapuh. Sehingga bila sebagai penyalur air nantinya bakal mudah ambrol.

“Jadi campuran semen dan pasirnya tidak sesuai standar. Apalagi ini memasuki musim hujan pasti akan cepat ambrol,” ujarnya.

Apalagi kini sudah akhir tahun, dengan demikian penyedia jasa konstruksi atau rekanan hanya mempunyai 1 bulan untuk memperbaiki proyek ini. Saat memasuki bulan Desember harus sudah selesai, bila tidak akan mendapat konsekuensi dari pekerjaan yang buruk itu.

“Pemerintah tidak mungkin menerima pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Kedepan hal semacam ini harus dijadikan pengalaman bagi rekanan lainnya,” tegas politisi PKB ini.

Sementara, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Ratna Dewi sependapat dengan dewan. Bahwa pihaknya akan memerintahkan rekanan untuk membongkar pembangunan irigasi di Kecamatan Selopuro ini.

“Kita sepakat dengan rekomendasi dewan untuk memerintahkan pembongkaran. Kita juga akan awasi nanti pengejaan ulangnya,” kata Ratna Dewi.

(Meidian Dona Doni)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )