Bupati Blitar Sampaikan Optimistis di LKPJ Tahun 2021, Begini Tanggapan Ketua DPRD

2 min read

HARIANSIBER.COM|BLITAR – DPRD Kabupaten Blitar menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blitar Tahun Anggaran 2021, pada Rabu (6/4/2022). Mendengarkan capaian pelaksanaan APBD 2021, untuk selanjutnya akan menjadi bahasan anggota dewan guna perbaikan kinerja pemerintah ke depan.

Rapat Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto, bersama Wakil Ketua DPRD Mujib, Susi Narulita dan Mujib. Beserta segenap anggota dewan mendengarkan langsung Bupati Blitar Rini Syarifah membacakan laporannya.

Bupati Blitar Rini Syarifah menyampaikan, LKPJ 2021 ini merupakan laporan tahun pertama dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, sekaligus pelaksanaan visi misi bupati dan wakil bupati tahun 2021-2024.

Di tahun pertama ini, bupati menetapkan tema rencana pembangunan ‘Mempercepat Pemulihan Ketahanan Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat untuk Mewujudkan Kabupaten Blitar Lebih Sejahtera dan Mandiri’. Dengan prioritas pembangunan yaitu pembangunan sumber daya manusia serta penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, pemenuhan dan peningkatan infrastruktur dasar, penguatan daya saing ekonomi pada sektor unggulan dan potensial, peningkatan tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi, dan penanganan Covid-19.

“Pemerintah Kabupaten Blitar membuka ruang selebar-lebarnya kepada publik untuk memberikan masukan dan saran konstruktif, baik untuk perbaikan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah maupun pelaporan hasil pembangunan di tahun mendatang,” kata bupati.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto menyambut baik laporan yang disampaikan bupati yang menunjukkan angka positif. Diantaranya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat, angka kemiskinan dan pengangguran yang menurun, serta indeks kepuasan masyarakat yang juga meningkat.

“Data yang disampaikan tadi itu memang perlu kita dalami. Misalnya seperti pengangguran dari 100 angkatan kerja yang nganggur 4. Lalu PAD ada peningkatan, tapi secara umum APBD sampai 7 Kali perubahan. Artinya banyak yang akan kita dalami,” kata Suwito.

Suwito menjelaskan, setelah ini DPRD akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas dan mengkaji data-data yang disampaikan bupati dalam laporannya. Dari situ nantinya DPRD bisa menarik kesimpulan menanggapi laporan bupati, serta memberi rekomendasi.

Menurut Suwito, laporan yang disampaikan bupati bernada optimistis. Padahal pada tahun lalu Covid-19 sedang parah-parahnya, dan banyak masyarakat yang mengeluhkan pendapatannya berkurang akibat pembatasan-pembatasan di masyarakat.

“Angka-angka yang disampaikan tadi sifatnya kan makro ya. Sedang kita merasakan bagaimana kondisi pada saat itu, seperti UMKM omzetnya berkurang karena sepi tadi tidak disampaikan di laporan. Saya harap hal yang realistis disampaikan ke DPRD tidak apa-apa kok dimunculkan disini wong namanya juga pandemi,” pungkas politisi PDI Perjuangan tersebut.

 

Penulis : MEIDIAN DONA DONI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.