Bupati Manggarai Barat,Membuka Kegiatan Rembuk Stunting Dinkes Mabar.

Bupati Manggarai Barat,Membuka Kegiatan Rembuk Stunting Dinkes Mabar.

HARIANSIBER.COM|Labuan Bajo-NTT-Bupati Mabar Agustinus Ch.Dulla,membuka kegiatan Rembuk stunting yang di selenggarakan oleh dinas Kesehatan kabupaten Mangarai Barat,yang berlangsung di Aula Setda Mabar, Selasa(30/6/2020)

Penyelenggaraan kegiatan Rembuk Stunting yang bertema Gerakan Masyarakat Cegah Stunting Dengan Optimalisasi Konvergensi ini merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah kabupaten Manggarai Barat untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah kabupaten Manggarai Barat secara bersama-sama akan melakukan konfirmasi, sinkronisasi, dan sinergisme hasil Analisis Situasi dan rancangan Rencana Kegiatan dari OPD penanggung jawab layanan di kabupaten dengan hasil perencanaan partisipatif masyarakat yang dilaksanakan melalui Musrenbang kecamatan dan desa dalam upaya penurunan stunting di lokasi fokus.

Adapun penyelenggaraan Rembuk Stunting dilakukan setelah Tim Kabupaten memperoleh hasil Analisis Situasi (Aksi Integrasi #1) dan memiliki Rancangan Rencana Kegiatan (Aksi#2) penurunan stunting terintegrasi Kabupaten Informasi hasil Musrenbang kecamatan dan desa juga akan menjadi bagian yang dibahas dalam Rembuk Stunting tersebut.

Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula dalam sambutannya mengatakan kegiatan Rembuk Stunting merupakan kegiatan penting dan strategis. Oleh Karenanya perlu dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan dibicarakan dari hati kehati.

“Kehadiran Bapak Ibu disini mestinya hadir dengan penuh tanggung jawab. Masalah Stanting adalah masalah bersama. Oleh Karena itu perlu dibicarakan dari hati kehati,”ucapnya.

Lebih lanjut,Bupati Gusti mengatakan bahwa situasi pandemi Covid-19 ini telah berdampak pada segala sendi kehidupan termasuk masalah stunting pada anak-anak.

“Pandemik Covid-19 telah mengakibatkan semua sisi kehidupan terganggu, tidak bisa mencari nafkah dengan normal, hilangnya pendapatan akibat putus hubungan kerja (PHK), banyak aktivitas pemerintahan dan masyarakat yang tidak berjalan dengan efektif. Hal ini pun, berpengaruh pada proses kehamilan yang nantinya akan melahirkan anak yang jauh di bawah normal dan terganggu pula tumbuh kembang balita yang pada akhirnya balita mengalami stunting,” ucapnya.

Menurutnya,Stunting merupakan masalah gagal tumbuh pada anak balita karena kekurangan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit kronis di masa dewasanya, mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Dikatakan bahwa, penyebab stunting disebabkann oleh faktor langsung dan faktor tidak langsung.

“Penyebab langsung stunting antara lain masalah rendahnya asupan gizi dan status kesehatan. Masalah gizi dan staus kesehatan berhubungan dengan ketahanan pangan khususnya akses terhadap pangan bergizi (makanan), lingkungan sosial yang terkait dengan praktik pemberian makanan bayi dan anak (pengasuhan), akses terhadap pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan (kesehatan), serta kesehatan lingkungan yang meliputi tersedianya sarana air bersih dan sanitasi (lingkungan). Keempat faktor tersebut mempengaruhi asupan gizi dan status kesehatan ibu dan anak,”jelas Gusti Dulla.

“Penyebab lainnya masalah stunting adalah Penyebab tidak langsung yang meliputi pendapatan dan kesenjangan ekonomi, perdagangan, urbanisasi, globalisasi, sistem pangan, jaminan sosial, sistem kesehatan, pembangunan pertanian, dan pemberdayaan perempuan,”tambahnya.

Melihat kompleksitas penyebab stunting di atas bupati Gusti menegaskan bahwa perlu ada intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang harus dilakukan secara konvergensi baik itu dari aspek Komitmen politik dan kebijakan pelaksanaan, Keterlibatan pemerintah dan lintas sektor, serta Kapasitas semua stageholder untuk melaksanakan kebijakan.

“Konvergensi percepatan pencegahan stunting adalah intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama mensasar pada kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting,” tegasnya.

Dalam Kegiatan Rembuk Stunting ini dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah dan staholder terkait penanganan masalah stunting di kabuoaten Manggarai Barat.

Hadir dalam kegiatan ini Plh. Sekda Ismail Surdi, S. PKP, Plt. As. 1 Drs. Ambrosisus Syukur, Kepala Dinas Kesehatan Paulus Mami, SKM, Kepala BP4D Drs. Fransiskus S. Sodo, Kepala dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Yeremuas Ontong, Para Camat Se Kabupaten Manggarai Barat, Beberapa Kepala Desa, Para Kepala Puskesmas, Organisasi Kesehatan, Pemerhati Kesehatan Masyarakat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Sumber : Humas Protokol dan Komunikasi Pimpinan Manggarai Barat.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )