Danramil 11/BKY :  Diduga Ada Kelompok Penyusup Pengantar Jenazah Malam Hari di Kawasan Daya Kota Makassar

3 min read

MAKASSAR | Hariansiber.com – Satuan TNI AD dari Koramil 11/Bky Kodim 1408/Mks menemukan beberapa bukti-bukti baru yang diiduga kuat sebagai petunjuk baru dari adanya kelompok-kelompok pelaku sebagai penyusup dan ikut menjadi penunggang gelap ketika rombongan pengantar jenazah dimalam hari dari warga Toraja saat melintas diwilayah Biringkanaya Kota Makassar,  Sulawesi Selatan, yang menyebabkan sering terjadi penyerangan brutal dan anarkis dengan melepaskan anak panah busur seperti yang  mengenai spanduk kuliner yang berjualan di area  Markas Koramil 11/Bky Jalan Perintis Kemerdekaan Km 17 Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, Sabtu (05/03/2020) lalu.

Danramil 11/Bky Mayor Kav Salahuddin Basir, S.Sos saat dikonfrmasi langsung jurnalis hariansiber.com di markasnya menyebutkan, “adanya kelompok penyusup yang terkesan arogan ikut dalam rombongan pengantar jenazah warga toraja dan menenukan sejumlah barang bukti yakni 3 buah anak panah busur yang dilepaskan pelaku penyerangan ketika mereka melakukan aksinya saat melintas di area Makoramil 11/Bky Jalan Perintis Kemerdekaan km 17, Kelurahan Daya. Kota Makassar.

Selaku Danramil 11/Bky Mayor Kav Salahuddin, Ia kembali menjelaskan “Para kelonpok-kelompok geng motor yang sangat anarkis tersebut sengaja menyusup dan membuat onar dengan membawa senjata andalam mereka yakni  busur untuk melancarkan aksinya dengan melakukan penyerangan ke beberapa tempat termasuk dengan kelompok-kelompok pemuda yang berada di pinggir jalan dan sangat disayangkan jika pihak warga toraja yang merupakan pengantar jenazah dimalam hari ikut menjadi kambing hitam padahal ulah dari kelompok penunggang gelap tadi,” ungkapnya.

“Ya betul kami sudah identifikasi dan  menemukan bukti-bukti baru siapa dan dari mana saja para kelompok penyusup tersebut dan Tim Patroli kami sangat sigap untuk mengejar saat kejadian namun kehilangan arah ketika dalam pengejaran dan saat ini masih kita dalami sejauh mana keterlibatan pelaku dengan kelompok-kelompok itu,” jelas Mayor Salahuddin.

Namun sejauh ini, Salahuddin belum bisa memastikan apa motif para pelaku kelompok-kelompok penyerang tersebut dengan sengaja melakukan penyusupan saat warga toraja melakukan pengantaran jenazah di malam hari.

Aksi-aksi anarkis kelompok penyusup yang ikut dalam rombongan pengantar jenazah yang terjadi Sabtu malam (05/03) saat kejadian sekitar pukul 23.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah pegiat jurnalis nasional menyebutkan motif penyerangan yang terus berulang diduga sarat dengan muatan politis dengan kepentingan tertentu.

“Yang jelas dugaan tersebut sudah bisa terbaca meski rapi dan ada aktor intelektual yang bermain dibalik kejadian yang boleh dikata tak ada habisnya”, ungkap salah seorang aktivis dan pengamat media di Biringkanaya.

Sejumlah nama pelaku diduga adalah otak penyerangan yang sering melancarkan aksinya secara anarkis baik itu penyerangan kelompok dan penyusupan dalam rombongan pengantar jenazah dimalam hari dengan menggunakan busur maupun aksi lainnya yang sering terjadi di wilayah lain, persoalan klasik ini anehnya tidak serius diungkap terang benderang,” ungkap wartawan senior yang lama bertugas di Majalah Trobos ppJakarta.

Sebelumnya diberitakan, aksi penyerangan busur kembali terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan km 19 depan SPBU Sudiang. Aksi pembusuran terhadap korban bernama Aryanto (17) warga Jalan Manyikuaya Kelurahan Sudiang Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar  oleh orang tak dikenal saat melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19 Depan SPBU Sudiang, Sabtu  (05/03/2022) pukul 00.05 wita.

Kronologi Korban yang masih bertatus pelajar tersebut mengendarai sepeda motor dan melintas dari arah daya hendak menuju pulang kerumahnya di Jalan Manyikuayya Kelurahan Sudiang pas didepan SPBU Sudiang berpapasan dengan pengendara motor yang tak dikenal melepaskan anak panah busur ke warga yang ada disekitar SPBU dan Aryanto selaku korban saat itu tidak merasakan dirinya terkena busur namun setelah beberapa saat ia kaget dan ada yang terasa lain di pelipis dekat telinga korban kemudian Ia merabahnya baru sadar bahwa ada anak panah busur menancap di pelipis dekat telinganya. Akhirnya korban segera dilarikan ke RSUD Daya untuk mendapatkan penanganan dan perawaran medis.

Pihak Koramil 1408 -11/Biringkanaya mengaku telah mengumpulkan bukti-bukti baru yang diduga kuat dari kelompok pelaku yakni tiga buah anak panah busur di lokasi kejadian saat terjadi aksi penyerangan rombongan pengantar jenazah di malam hari

(Jurnalis Imansyah Rukka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.