Dari Karyawan Hotel,Kontrak Daerah,Beternak Babi,Hingga Menjadi Kades.

Dari Karyawan Hotel,Kontrak Daerah,Beternak Babi,Hingga Menjadi Kades.

HARIANSIBER.COM|Labuan Bajo-NTT-Sebastianus Ba’a, adalah nama lengkap dari seorang Kepala Desa di salah satu kecamatan,Kabupaten Manggarai Barat,Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang berada persis di sebelah utara kota Kecamatan Komodo,Labuan Bajo.

Sebas, merupakan seorang ayah dari dari empat orang anak,hasil perkawinanya dengan seorang perempuan cantik asal Rungkam,Desa Tanjung Boleng.

Sebelum menjabat sebagai kepala Desa, Sebastianus menceritakan kepada media ini bahwa, dirinya pernah melalui berbagai banyak cerita, mengenai kariernya,mulai dari menjadi karyawan Hotel dan pegawai Kontrak Daerah di Kabupaten Manggarai Barat.

Pada saat di temui oleh media hariansiber.com, Sabtu (30/5/2020) sore hari, terlihat ia sedang sibuk dengan kegiatan rutinya di luar jam kantor,dengan beternak Babi, yang bertempat di kampung ketentang,Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo,Mabar.

Di ceritakanya, pada saat setelah mengundurkan diri dari karyawan hotel,akhirnya pada tahun 2005 Sebas yang merupakan Alumni kampus LPBA angkatan tahun 1990 ini masuk menjadi tenaga kontrak Daerah pada Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat.

Dirinya mengatakan bahwa, dia mengabdi sebagai tenaga kontrak daerah selama sebelas tahun.
Namun merasa tidak ada kejelasan dalam proses pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil terhadap dirinya, sehingga dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari tenaga kontrak, dan ikut dalam pencalonan Kepala Desa Batu Cermin, dengan meraih suara teratas, sehingga pada Tahun 2016 yang lalu Sebatianus Ba’a di lantik sebagai Kepala Desa, oleh Bupati Kabupaten Manggarai Barat,Agustinus Ch.Dulla.

“saya kontrak daerah selama 11 tahun, dari tahun 2005 sampe 2016. Karena tidak jelas maka saya berhenti.tapi saya sudah mulai ternak Babi dari tahun 2013,”terangya.

“pertamanya saya piara (pelihara) 3 ekor induk,”tambahnya.

Kepada media ini, dia menceritakan,dari hasil kerjanya sebagai peternak babi, dirinya berhasil menghantarkan dua anaknya lulus dari perguruan tinggi,dan dua orang anaknya lagi, masih duduk di bangku SMA dan SLTP.

“anak saya empat,dua yang sudah wisuda,satu SMA dan satu SMP,”terangnya.

Kepada media ini, Sebas menceritakan bahwa,selama tujuh tahun beternak dari tahun 2013 hingga sekarang, jumlah induk babi yang di peliharanya sudah sebanyak 25 ekor .
Dari jumlah tersebut dia menceritakan telah meraup keuntungan Miliaran juta rupiah.

Di jelaskannya bahwa rata-rata penghasilan tiap bulanya mencapai hingga 20 juta rupiah.

Advertisement

“saya piara(pelihara) khusus untuk pembibitan saja, dan saya droup ke setiap Desa,untuk memenuhi permintaan beberapa Desa dalam menyambut program pemkab Mabar dalam bidang pemberdayaan masyarakaat,melalui peternakan.Bahkan saya masih kekurangan bibit,”terangnya.

Sebas menyampaikan harapanya agar, semua masyarakat khusunya para petani di kabupaten manggarai Barat,agar jangan malas dan tidak memandang sebelah mata,serta mulai untuk melihat Peternakan babi, bukan sekedar pekerjaan sampingan, namun mulailah untuk menjadikanya,sebagai sebuah usaha, sehingga penangananya juga, bukan sekedar mengabiskan sisa-sisa limbah makanan.

Diketahui bahwa, banyaknya urusan adat manggarai,dan babi merupakan hewan yang sering di gunakan dalam urusan adat, sehingga membangkitkan semangat dari kepala Desa Batu Cermin ini,untuk tidak meninggalkan usaha tersebut,walaupun sekarang dirinya tengah sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan kantor sebagai kepala Desa.

Dirinya menambahkan bahwa, hal yang membuatnya tetap mempertahan usaha ini adalah, minimnya gaji yang di berikan, sementara kebutuhan semakin banyak.

“bom manga do gajin kepala Desa ho ta pa(gaji kepala Desa ini tidak banyak), katanya.

Selain itu, di tempat ia berternak Babi, Sebas juga banyak memelihara ayam kampung, namun tidak untuk di jual, melainkan hanya di manfaatkan untuk konsumsi sendiri.

“kalau ada yang butuh telur ayam untuk acara pun, saya kasi kalau pas lagi ada,”ucapnya.

Pada kesempatan terpisah,Roby yang merupakan tetangga sekitar tempat peternakanya, saat di tanya tentang kepribadian Bapak Sebastianus Ba’a, mengatakan bahwa, Sebas adalah sosok yang sangat sederhana,serta mempunyai jiwa sosial yang tinggi.

“Dia orang baik, bahkan saya pernah di kasi gratis anak babi untuk pelihara,”katanya.

Untuk membantu dirinya, Sebastianus Ba’a, mempekerjakan satu karyawan dengan di berikan gaji 1,5 juta rupiah, dengan fasilitas, tempat tinggal,makan, dan tunjangan kesehatan di tanggung Bapak empat orang anak ini.(VOL-HS)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )