Di Kabupaten Blitar, PDI Perjuangan Simbolis Tanam ‘Pule’, Ini Arti Dibaliknya

3 min read

HARIANSIBER.COM|BLITAR – Kekompakan kader PDI Perjuangan Kabupaten Blitar di penghijauan Minggu (23/1/2022) sungguh luar biasa. Membawa pesan sebuah kebangkitan semangat dari kader banteng untuk bangkit berjuang meraih simpati masyarakat.

Saat seluruh jajaran pengurus PAC dari 22 kecamatan Kabupaten yang sedemikian luas dan terpisah jauh, terlihat komplit hadir di lokasi penghijauan bersama di bantaran Sungai Brantas di Area Wisata Kaloka, Desa Kaulon, Kabupaten Blitar.

Mereka bersama-sama tidak pandang bulu apakah itu anggota fraksi DPRD atau itu Ketua DPP yang saat itu hadir, Sri Rahayu, bergandeng tangan menanam pohon di pinggiran sungai. Dengan diawali secara simbolis menanam pohon besar jenis Pule, yang ditranslasikan menjadi kata ‘pulih’.

Bisa diartikan PDI Perjuangan Kabupaten Blitar yang sempat menelan pil pahit di Pilkada 2020, kini pulih semangatnya merebut kemenangan di Pilkada mendatang.

“Di awal penghijauan kita hari ini menanam pohon besar berjenis Pule ini artinya kita mempunyai semangat yang besar untuk pulih dari Pandemi Covid-19,” ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Suwito menjelaskan arti pohon Pule yang ditanam secara simbolis bersama segenap Pengurus DPC dan Ketua DPP Sri Rahayu.

Komplit, pengurus DPC, PAC, dan Fraksi DPRD PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, tanam pohon bersama.

Suwito menjelaskan bahwa penghijauan kali ini merupakan bukti nyawa PDI Perjuangan sebagai partai pelopor. Tidak hanya memikirkan masalah electoral semata, namun juga membaktikan diri merawat bumi untuk menjadi tempat yang nyaman ditinggali.

Penghijauan dengan penanaman pohon tanaman keras dan tanaman buah saat itu, diharapkan bisa mengawetkan alam utamanya ketersediaan air. Diketahui tanaman keras akarnya bisa menahan dan menabung air, sehingga ketersediaan air akan tetap terjaga saat kemarau dan menahan air agar tidak banjir dan tanah longsor saat hutan.

“Penghijauan hari ini kita siapkan 1000 pohon yang bertahap kita bagikan ke masyarakat. Selain tanaman keras seperti Trembesi dan Pule, kita juga berikan bibit buah seperti alpukat, nangka, durian yang bisa bermanfaat memberikan nilai ekonomis langsung ke yang menanamnya,” ungkapnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Sri Rahayu yang hadir ditengah-tengah penghijauan berharap, kekompakan kader Blitar menjalankan komitmen politik hijau merawat alam hari ini, menjadi kado indah bagi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang sedang berulang tahun.

Kader PDI Perjuangan Kabupaten Blitar bersama-sama menyusuri pinggiran sungai Brantas menanam pohon.

“Sejak tahun-tahun lalu setiap tahun dan setiap saat, PDI Perjuangan melakukan penghijauan. Hari ini bertepatan ulang tahun ke 75 ibu ketua umum, kita menjalankan penghijauan seperti yang digagas beliau. Untuk membuktikan kita partainya rakyat, menjadi pelopor gerakan edukasi ke masyarakat. Hari ini seluruh kader di Indonesia serentak menanam bisa dibayangkan berapa banyak jumlah pohon yang ditanam untuk melindungi kelestarian bumi,” urai perempuan yang duduk di DPR RI Komisi V ini.

PDI Perjuangan Kabupaten Blitar saat itu menggandeng pemuda desa setempat dan Kelompok Masyarakat Waspada (Pokmaswas) Lingkungan Sungai Brantas, Sri Rahayu memberikan apresiasi. Dia berharap kader kelompok masyarakat peduli lingkungan ini terus bersinergi menjaga pohon yang ditanam hari ini.

“Jadi jangan setelah menanam tumbuhan dibiarkan begitu saja. Harus rutin disirami saat musim kemarau agar tanaman yang ditanam bisa tumbuh maksimal. Maka itu dibutuhkan sinergi dengan kepala desa setempat dan pegiat lingkungan, ini paling penting,” pesannya.

 

Penulis : Meidian Dona Doni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.