DI KABUPATEN GROBOGAN BEREDAR CAIRAN DISINFEKTAN DAN HANDSANYTAISER YANG DI DUGA MASIH ILEGAL

 

GROBOGAN ( Jawa Tengah ) , hariansiber.com – Di saat masa pandemi covid 19 ini di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah telah beredar berbagai jenis cairan yang masuk dalam kategori Pembekalan Kesehatan Rumah Tangga atau PKRT seperti Disinfektan dan Handsanytaiser yang di duga saat ini masih ilegal.

Produk tersebut pertama kali di temukan di Kecamatan Grobogan tepatnya di toko YS yang kedapatan ikut menjual berbagai jenis cairan yang dalam lebel belum tercantum BPOM serta ijin edar ataupun komposisi.

AnaWidya ningrum selaku pemilik toko YS kepada awak media menjelaskan bahwa pihaknya hanya di titipi saja oleh pelaku usaha yang menurut informasi yang beredar pelaku usaha tersebut tinggal di Desa Getas. Rabu ( 21/07/ 2021)

” Saya di sini hanya di titipi saja sama om nya , dan dulu waktu nitipin itu bilangnya sudah beres semua untuk masalah ijin dan sebagainya tapi ternyata kok malah kayak gini jadinya.” Tutur Ana saat wawancara dengan media.

Setelah mengetahui barang – barang yang di jualnya tidak berijin, sang pemilik tokopun akan mengembalikan semua barang tersebut ke pihak produsen yang sampai saat ini masih enggan memberikan keterangan lewat media.

Menanggapi tentang adanya peredaran produk PKRT yang di duga masih ilegal, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Dr. Slamet Widodo juga menyampaikan sejauh mana kewenangan Dinas Kesehatan terkait peredaran Disinfektan serta Handsanytaiser tersebut.

Terkait perijinan tentunya dari Dinas Kesehatan tidak ada kewenangan , namun di sini dinas kesehatan hanya punya kewenangan memberi rekomendasi serta melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha yang memproduksi produk PKRT “Terangnya.

Bilamana terbukti , pelaku usaha tersebut dapat di simpulkan melanggar Pasal 196 dan Pasal 197 jo Pasal 106 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Pasal 62 ayat 1 UU RI No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
_(memproduksi dan menjual Barang tanpa izin edar.)_

Atas adanya temuan tersebut masyarakat berharap agar dari Aparat Penegak Hukum segera menindak lanjuti pelaku usaha tersebut.

( Red/ Suwarno HS )

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )