Di Kota Marmer, Sehari 2 Pengedar Narkoba Ditangkap

Di Kota Marmer, Sehari 2 Pengedar Narkoba Ditangkap

 

HARIANSIBER.COM | TULUNGAGUNG – Peredaran narkoba di Kota Marmer Tulungagung bisa dibilang sangat tinggi. Buktinya, dalam 12 hari digelar operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021, Korps Baju Cokelat mengamankan 24 pengedar. Artinya, dalam sehari ada dua orang penjaja barang haram yang dijebloskan ke penjara.

Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto mengatakan, dari 12 hari pelaksanaan operasi, pihaknya berhasil mengungkap 20 kasus peredaran narkoba dan meringkus 24 pengedar yang kini statusnya sudah ditetapkan menjadi tersangka.

“Ada 24 pengedar yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni 21 laki laki dan 3 perempuan,” katanya.

Handono melanjutkan, dari 24 tersangka tersebut, 2 diantaranya merupakan residivis yang pernah menjalani hukuman penjara karena kasus serupa. Adapaun barang bukti yang diamankan yakni, 32,04 gram shabu, 13.759 butir pil dobel L, 569 Obat keras berbahaya berbagai merk, uang tunai sebesar Rp 1.786.000,-.

Kemudian 13 buah pipet kaca, 3 buku tabungan, 22 handphone,10 bong alat hisap shabu dan 2 unit sepeda motor. “Ini yang kita amankan dari tangan tersangka, barang buktinya sudah kita amankan,” ungkapnya.

Handono memetakan, 24 tersangka tersebut ditangkap di 8 kecamatan berbeda, 5 TKP di kcamatan Ngunut, 3 TKP di Kecamatan Kedungwaru, Boyolangu, Kalidawir dan Rejotangan. “Sedangkan 1 TKP di kecamatan Ngantru, Kalangbret dan Campurdarat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba IPTU Didik Riyanto mengatakan, para tersangka yang diamankan ini merupakan mereka yang terdiri dari 6 sampai 7 jaringan peredaran Narkoba di Tulungagung.

“Mereka sistemnya menggunakan sistem ranjau, ini yang selama ini menyulitkan kita untuk mengungkap jaringan ke atasnya,” tukasnya.

(yopi)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )