Diduga DEBT COLLECTOR Lakukan Perampas Motor, Polres Parimo Keluarkan SP3

Diduga DEBT COLLECTOR Lakukan Perampas Motor, Polres Parimo Keluarkan SP3

Hariansiber.com| SULAWESI TENGAH-Aksi Debt Collector Yang Melakukan Penarikan Secara Paksa Kenderaan Di Tengah Jalan, sabtu(4/2/2020) lalu, Sangat Meresahkan Masyarakat, Anehnya Penyidik Polres Parimo Dalam Melakukan Penyelidikan Terhadap Sala Satu Laporan Masyarakat. Tidak Menemukan Unsur Pidana.

Pada pekan lalu, telah terjadi aksi perampasan satu unit mobil dam truk dengan nomor polisi DM 8596 DA, tepatnya di jalan poros desa Tabolo-Bolo Kec Ongka Malino Kab Parigi Moutong provinsi sulteng,pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang tersebut di duga adalah Debt Collektor, Badin (sopir dam truk) sementara melintas tba-tiba di hadang para pelaku, sala satu dari mereka (pelaku) yang di duga membawa senjata api jenis pistol, langsung merampas kunci dan mrnarik Badin turun dari mobil dengan melontakarkan perkataan “turun kau, dan tandatangani dua lembar kertas itu, dan kau tidak apa-apa “ungkap Badin sambil menirukan perkataan Pelaku

Lanjut kata Madin, sebelum saya menandatangani dua lembar kertas yang saya tidak ketahui isinya itu, saya meminta pada pelaku agar bisa menghubungi pemilik mobil atau kita bicarakan di ruma saya, sontak mereka (pelaki) dengan nada kasar menolak.dan setelah saya tandatangani dua lembar kertas tersebut, satu lembar di berikan ke saya, dan para pelaku langsung bergegas kabur dengan membawah mobil dam truk tersebut.

Tamsil sebagai debitur ketika di hubungi beberapa saat setelah kejadian,sontak kaget mendengar kabar tersebut, menurutnya, sampai saat ini saya belum pernah menerima Surat Pemberitahuan (SP) 1.2 dan 3 sebagai syarat utama dalam penarikan unit, dan tidak pernah menerima telpon dari leasing mana pun.
Mereka (pelaku) di duga kuat bukan leasing resmi,pasalnya kalau resmi, pasti paham dan mengerti SoP penarikan unit yang di atur dalam uu pidusia, di antaranya harus ada SP 1.2 dan 3.harus ada sertifikat pidusia, harus ada surat kuasa, dan harus bertemu dengan debitur, paling tidak via telpon.Ternyata menurut Badin (sopir) jangankan menunjukan sejumlah dokumen tersebut,di minta menelpon pemilik mobil di tolak apa lagi mau kasi tau nama, Lebih lanjut kata Tamsil, dengan fakta kejadian dan keterangan sopir, patut di duga merupakan kejahatan tindak pidana Perampasan, pencurian dan penipuan.

Lantas kasus ini langsung di laporkan pada Polres Parimo,dengan laporan polisi nomor : LP. B/01.I/2020/Sulteng/Res Parimo. Tanggal 04 Januari 2020.

Kami merasa ada keanehan dalam penyelidikan kasus yang kami laporkan, betapa tidak, fakta kejadian dan keterangan saksi pelapor serta bukti yang ada sudah cukup jelas, namun penyidik Polres Parimo menyimpulkan laporan tersebut tidak di temukan unsur pidananya, dengan demikian penyidik telah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) dengan nomor : SP/Lidik/02/ 1/ 2020 Reskrim.

Kapolres Parimo AKBP Zulham Efendi Lubis, Jumat(14/2/2020)  ketika dihubungi via WhatsApp melalui no ponsel 0811 7391 xxx,Tidak memberikan tanggapan. Sekalipun hasil konfirmasi sudah dibaca.

HS-Atn

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )