DIDUGA PENINGKATAN LANDASAN PACU BERMASALAH KABANDARA MENGHINDAR

DIDUGA PENINGKATAN LANDASAN PACU BERMASALAH KABANDARA MENGHINDAR

Buntok,Hariansiber.com.setelah berkali-kali Hariansiber.com meminta jawaban terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi, disaat pengerjaan Proyek peningkatan Landasan Pacu dan pebaikan Talut Bandara Desa Sanggu di Kab.Barito Selatan, Buntok. Propinsi KalimantanTengah.

Ketika saya suruh rekan saya dari media BidikHukum untuk menanyakan terkait adanya kecurangan didalam hal pengerjaan peningkatan Landasan Pacu tersebud, Kabandarayang berNama Agus malahan menyuruh untuk menanyakan kepadasalah satu Wartawan lain yang jelas-jelas wartawan itu sama sekali tidak ada kapasitasnya terkait kegiatan pekerjaan itu.

Dan bahkan pernah juga dia menyuruh salah satu wartawan yang juga ingin menanyakan terkait Proyek itu, katanya dia menyuruh untuk bertanya kepada pihak Kejaksaan, dan saya ingin memperjelas tentang komentarnya sodara Boby yang mengaku sebagai salah satu Orang kepercayaan dari pihak Perusahaan ( Kontraktor ), namun menghindar dan lansung memblock Wa saya.

Pada Tgl.13 Pebruari 2020 saya mencoba Chat Agus. Dengan Ucaban sebagai berikut;

Selamat pagi Pak.Kabaandara Sanggu sehubungan untuk penyajian sebuah berita yang berimbang dan baik maka saya meminta sedikit komentarnya terkait Proyek Landasan Pacu, berdasarkan hasil keterangan Sodara Bobi dan Darmaji, sebagai pelaksana pekerjaan menjelaskan bahwa kami diberikan kontrak hanya 5.000 M³ saja di kalikan dengan harga per M³ =75.000=Rp.375.000.000 dan hal ini keterangannya diterima bandara dalam keadaan padat. Sementara Nilai Kontrak sebesar Rp.7.143.755.515 Miliar, terkait masala matrial bahan kalian Granit dengan CBR 5,5, namun ditanya tentang ini Sodara Bobi menjelaskan karena CBR yang ada tidak sesuai dengan yang ada didalam RAB maka katanya akan kami Blanding dengan tanah pilihan katanya, ditanya masalah dimana tempat pengambilan tanah pilih itu Sodara Bobi diam dan mengalihkan komentarnya.

Berjalannya waktu pengerjaan eheh ternyata mereka menggunakan barang milik Negara berupa tanah pilihan (Latrit) tanah merah, dan juga sebahagian batu belah milik Negara, memang benar barang itu dapat digunakan oleh pihak Bandara namun harus melewati proses penilai dan pelelangan sebelumdigunakan.

Kalau dibeli juga oleh pelaksana lalu Uangnya dikemanakan…?

Maka denganadanya pemberitaan ini Aktivis LPLHN HendroPermana Putra meminta agar pihak yang membidangi tentang Hukum untuk melakukan penyelidikan yang diduga merugikan Keuangan Negara mencapai Miliaran Rupiah tuturnya mengakhiri komentarnya kepada Hariansiber,com.

HS/(Nanang Suhaimi)

Red/Arf/Hariansiber

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )