Diduga Serampangan, KPKAD Lampung Minta Aparat Penegak Hukum Ikut Awasi Pekerjaan Proyek Dinas PU Pringsewu di Sukoharjo

2 min read

Gindha Ansori Wayka. S. H. MH. (Istimewa)

HARIANSIBER.COM, PRINGSEWU – Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung menyoroti pengerjaan diduga serampangan.

Adapun proyek diduga asal jadi tersebut adalah milik dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat kabupaten Pringsewu. Dimana dalam pengerjaannya, itu sendiri dilakukan oleh  CV. DOKOBA CORP selaku pihak kontraktor. Pekerjaan itu berlokasi di Jl. CPM Suratno pekon Panggungrejo Utara, kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung.

Untuk itu KPKAD meminta supaya pihak penegak hukum untuk mengikuti proses pembangunan pekerjaan tersebut agar mencapai sesuai harapan dalam perencanaan.

Seperti disampaikan Ketua KPKAD Provinsi Lampung Gindha Ansori Wayka, S.H.MH. Dirinya menjelaskan, menyangkut kondisi pembangunan infrastruktur terkadang mengalami persoalan, baik dimulai dari perencanaan hingga realisasi pembangunan di lapangan. Bilamana terdapat keluhan yang timbul dari masyarakat, dapat dikatakan itu merupakan sebuah bukti bahwa dalam proses pengerjaan tersebut diduga bermasalah, seperti yang sekarang sedang viral dibeberapa media di kabupaten Pringsewu.

“Sebut saja pengerjaan konstruksi peningkatan kapasitas struktur jalan Pandansari Selatan Sukoharjo lV dan Panggungrejo Utara yang bersumber dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) tahun 2022, yaitu berupa pembangunan talud Penahan Tanah atau TPT yang menurut masyarakat di duga carut marut, “kata Gindha Ansori, Rabu (22/6/22).

Meskipun masih dalam proses pengerjaan, lanjut Gindha Ansori, pekerjaan tersebut harus terus dimaksimalkan terlebih untuk memenuhi apa yang menjadi keluhan masyarakat terkait pekerjaan dimaksud.

” Proses pemantauan dari masyarakat adalah salah satu bentuk peran masyarakat dalam sebuah negara yang mengisyaratkan harus bebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN), “tegas Gindha Ansori.

Soal protes dari masyarakat atas pekerjaan tersebut, tambahnya, harus menjadi perhatian dan momentum evaluasi dan perubahan bagi Dinas PU dan Kontraktor untuk memaksimalkan pekerjaannya sesuai dengan perencanaan dan kontrak.

“Kita minta pihak penegak hukum untuk mengikuti proses pembangunan pekerjaan tersebut agar mencapai sesuai harapan dalam perencanaan. Jika sudah diperingatkan untuk dimaksimalin oleh kontraktor tetapi kelak masih bermasalah maka pihak penegak hukum tidak lagi kesulitan dalam mengungkap hasil pekerjaan tersebut jika kelak bermasalah setelah diserahterimakan kepada pemerintah Kabupaten Pringsewu. “tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, PRINGSEWU – Proyek pekerjaan rekonstruksi peningkatan kapasitas struktur Jalan Panggungrejo Utara – Mataram terkesan dikerjakan asal jadi.
Proyek ini berlokasi di jalan CPM Suratno pekon Panggungrejo Utara kecamatan Sukoharjo kabupaten Pringsewu Lampung.

Pihak rekanan yang memenangkan tender tersebut terkesan tidak bertanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga pekerjaan yang dialokasikan dan menelan anggaran milyaran rupiah tersebut terlihat amburadul.

Selain itu matrial batu diletakkan semeraut dan membahayakan pengguna jalan.

Diketahui, proyek tersebut berasal dari dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat kabupaten Pringsewu, yang dikerjakan oleh pihak CV. Dokoba Corp selaku pihak rekanan, dengan nilai anggaran sebesar Rp.2.958.811.000,00.

Pada material nampak menggunakan batu berwarna putih. Selain itu, pada pemasangan dasar talut dan drainase, tidak menggunakan pondasi tanam sebagai landasan.

Dilain pihak, Kepala Pekon Panggungrejo Supartono berharap pekerjaan tersebut bisa dilaksanakan dengan baik.

“Saya berharap agar pekerjaan tersebut bisa dikerjakan dengan semaksimal mungkin agar awet dan bisa bermanfaat bagi masyarakat, “ujar Supartono, Selasa (21/6/22).

Sementara hingga berita ini ditayangkan, pihak dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat kabupaten Pringsewu ketika dikonfirmasi  melalui Fahmi selaku Kabid bina marga belum merespon. (team).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.