Dindamade Kabupaten Blitar Gelar Bimtek Pengelolaan Aset Desa dengan Aplikasi SIPADES

Dindamade Kabupaten Blitar Gelar Bimtek Pengelolaan Aset Desa dengan Aplikasi SIPADES

Foto: Kepala Dindamade Kabupaten Blitar Mujianto saat membuka Bimtek Aset Desa.

HARIANSIBER.COM|BLITAR- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dindamade) Kabupaten Blitar menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan aset desa. Diikuti pengurus aset desa dan kasi kecamatan yang digelar selama 4 hari dimulai Senin (19/10/2020) di Kantor Bupati Blitar.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pemerintahan Desa Provinsi Jatim di Malang. Menerangkan tentang pengelolaan aset dengan pengimplementasian Aplikasi SIPADES (Sistem Pengelolaan Aset Desa).

Kepala Dindamade Kabupaten Blitar Mujianto mengatakan inventarisasi aset desa merupakan tanggung jawab pemerintah desa. Maka dari itu petugas pengurus aset perlu menjalin koordinasi dengan kepala desa, begitu juga pihak kecamatan agar inventarisasi aset akurat sesuai kondisi yang sebenarnya.

Pengelolaan aset ini menjadi penting, karena tanpa aset tidak bisa diketahui kekayaan yang dimiliki oleh desa. “Maka itu pengelolaan aset desa harus berasaskan transparansi, efisiensi, akuntabilitas sesuai dengan Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 pasal 3,” ungkapnya.

Lanjut Mujianto, dalam pengelolaan aset desa, kepala desa memiliki kewenangan yang strategis. Kepala desa yang mengambil kebijakan pengamanan aset, pengadaan, pemindahtanganan aset dan menyetujui pemanfaatan aset desa selain tanah dan bangunan. Meski begitu pengelolaan aset harus mengikuti peraturan perundang-undangan.

“Maka sangat penting sekali digelar bimtek hari ini begitu juga implementasinya agar tidak ada masalah hukum di kemudian hari pada 220 desa di Kabupaten Blitar,” harapnya.

Foto: Kepala Dindamade Kabupaten Blitar Mujianto saat membuka Bimtek Aset Desa.

Menurut dia, kini banyak aset desa lepas sulit ditarik kembali. Hal ini akibat kepala desa sebelumnya dalam pelepasan aset tidak melalui aturan yang berlaku. Melepaskan aset desa tidak bisa sepihak namun harus melalui Musdes (musyawarah desa) sesuai dengan perundang-undangan.

“Selesai bimtek perwakilan kecamatan dan desa secepatnya melaporkan ke pimpinan masing-masing ke camat dan kepala desa. Agar segera ditindaklanjuti mengambil langkah strategis jangan sampai desa aset yang ada tidak terdata dengan baik,” pesannya.

(ADV/Meidian Dona Doni)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )