Disdag Lampura Gelar Operasi Pasar, Warga Sesalkan Ada Bahasa Titipan

1 min read

Editor : Anton

HARIANSIBER.COM|Lampung Utara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) bekerjasama dengan PT. Wirlika Citra Mandiri menggelar operasi pasar minyak goreng. Kegiatan ini merupakan langkah-langkah pemerintah dalam menangani kelangkaan salah satu bahan pokok kebutuhan rumah tangga ini. Senin (21/2/2022)

Namun sangat disesal, operasi pasar yang digelar oleh Dinas Perdagangan ini berakhir ricuh, akibat banyaknya permintaan masyarakat yang belum terpenuhi.

Salah satunya Puji, warga Kelurahan setempat, mengungkapkan kekecewaannya, pasalnya, dirinya telah mengantri sejak pagi namun tidak mendapatkan minyak goreng karena telah habis. Dirinya menilai bahwa sistem yang diterapkan oleh Dinas tersebut dinilai kurang tegas dan tidak disiplin.

Karena aturan yang diterapkan 1 orang hanya boleh membeli maksimal 2 liter saja, namun ternyata ada yang bisa membeli 1 dus dengan alasan ‘titipan’. “Pemerintah tidak adil, seharusnya Panitia lebih adil, satu orang hanya dapat membeli dua liter minyak goreng saja, bukan seperti itu,” sesal puji.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Hendri, berupaya memfasilitasi keluhan masyarakat dengan menggandeng beberapa distributor pemasok minyak goreng, salah satunya PT. Wirlika Citra Mandiri. Disdag menggelar operasi di 3 (tiga) titik berbeda, yakni di halaman kantor disdag sebanyak 2000 liter, pasar pagi sebanyak 600 liter dan pasar sentral sebanyak 600 liter.

“Langkah ini adalah awal upaya kita dalam menangani kelangkaan minyak goreng di Lampura, kami minta masyarakat untuk bersabar karena kegiatan ini akan dilaksanakan lagi, tapi tetap patuhi protokol kesehatan,” terangnya.

(Tim/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.