Distribusi Paket Sembako PSBB Kota Tegal Tidak Merata

Distribusi Paket Sembako PSBB Kota Tegal Tidak Merata

Hariansiber.com| Kota Tegal – Distribusi Paket Sembako sebagai kompensasi atas penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) di Kota Tegal, Jawa Tengah, dinilai tidak merata. Pasalnya masih banyak keluhan dari kalangan warga miskin yang tidak kebagian paket sembako tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Muslikha warga Jl Sragen RT 1 RW 1 Kelurahan Debong Tengah, Tegal Selatan, sejak ada pembagian paket sembako dari pemerintah sehari sebelum penetapan PSBB hingga sekarang belum menerima bantuan sembako.

” Kami selalu patuh dengan kehendak pemerintah, tapi ketika ada bantuan sembako kok nama kami tidak terdaftar dalam catatan warga penerima bantuan sembako, padahal keluarga kami tercatat sebagai keluarga miskin,” kata Mus, Jumat ( 24/4).

Keluhan juga datang dari Dedi Atmoko, ketua RT 3 RW 2 Kelurahan Kemandungan, Tegal Barat, Kota Tegal.

Dedi mengatakan, saat menerima nama nama yang berisi daftar penerima bantuan sembako dari pihak Kelurahan, dirinya bingung. Karena daftar itu tidak mengakomodir seluruh warga miskin di wilayahnya.

” Warga miskin di wilayah saya ada 50 KK, tapi salam daftar penerima saya baca hanya ada 18 penerima. Ini yang membuat saya bingung, karena pastinya nanti saya akan kena semprot oleh warga miskin yang tidak menerima bantuan,” kata Dedi

Lanjut Dedi, dalam daftar itu semula terdapat 23 nama KK. Namun setelah diverifikasi ternyata ada 2 nama yang sudah meninggal dunia, 2 nama yang dinyatakan sudah bukan keluarga miskin dan 1 nama yang tercatat 2 kali.

” Warga yang namanya tidak ada di dalam catatan namun mereka terbukti dari Keluarga Miskin ( Gakin) semua protes dan mengecam saya. Padahal saya tidak tahu menahu perihal daftar penerima bantuan itu,” tegas Dedi.

Menyikapi hal itu, tokoh masyarakat setempat, Diyantoro, mengatakan, seharusnya Pemkot Tegal jeli terhadap hal hal yang dinilainya remeh tersebut.

” Persoalan data nama warga itu harus valid dan akurat, tidak boleh sembarangan. Karena jika terjadi ketidak akuratan data, maka yang akan menjadi bulan bulanan warga adalah Ketua RT nya,” kata Diyantoro.

Diyantoro menegaskan, Pemkot Tegal harus updating soal data kependudukan. Sehingga data kependudukan yang sudah kadaluwarsa tidak dijadikan parameter cacah jiwa kembali.

” Karena datanya kadaluwarsa, maka ada warga yang sudah meninggal dunia 10 tahun lalu masih tercatat di dalam daftar penerima bantuan. Kan aneh, sepertinya pemkot kok meremehkan soal data kependudukan,” tegas Diyantoro.

Sementara itu, di dalam rapat evaluasi Tim Gugus Penanganan Covid 19 yang digelar di ruang Komisi 1 DPRD Kota Tegal, Senin 20 April 2020 siang, Wakil Walikota Tegal, Jumadi ST MM menyampaikan dengan tegas, Ketua RT harus segera mendata nama, Nomor NIK dan nomor Kartu Keluarga kepada warga yang belum tercover dalam daftar penerima bantuan sembako PSBB. Asalakan nama nama tersebut tidak tercatat di dalam daftar penerima bantuan PKH dan BLT.

” Jika ada yang belum tercover dalam daftar penerima bantuan sembako, nggak usah rame, tinggal dicatat namanya, nomor NIK dan nomor Kartu Keluarganya. Nanti disampaikan kepada kami melalui kelurahan masing masing, supaya dapat diusulkan menerima bantuan, ” tegas Jumadi

( Riyanto Jay)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )