Dulu Dijadikan Makanan Sapi, Kini Kulit Jeruk Pamelo Bernilai Jutaan Rupiah

Dulu Dijadikan Makanan Sapi, Kini Kulit Jeruk Pamelo Bernilai Jutaan Rupiah

HARIANSIBER-MAGETAN-Dulu kulit jeruk bagi warga Desa Tamanan merupakan limbah yang hanya diberikan kepada sapi setelah panen raya. Mayoritas warga di Desa memiliki tanaman buah yang terasa segar tersebut. Wahyuti salah satu warga Desa mengatakan, warga sebelumnya tidak tahu nilai ekonomis dari kulit jeruk pamelo yang saat ini menjadi produk andalan di Kabupaten Magetan tersebut, namun setelah mengetahui jika kulit jeruk pamelo bisa dibuat manisan yang bernilai ekonomis tinggi, warga saat ini berbondong bonding mengolah kulit jeruk tersebut.. Untuk belajar membuat manisan dari kulit jeruk pamelo Wahyuti mengaku butuh waktu hingga 1 tahun.
“Kami itubelum tahu caranya itu gimana. Akhirnya kami belajar itu downnload google google cari apa ada. Uji coba gagal, uji coba gagal, terus ada yang buat tapi beda dengan yang sekarang, dulu teksturenya beda agak lembek. Dari beberapa resep itu kita campur akhirnya bisa jadi seperti ini,” ujarnya.

Wahyuti menambahkan, setiap bulan penghasilan warga dari membuat manisan kulit jeruk pamelo bisa mencapai 5 hingga 30 juta rupiah. Sayangnya masih minimnya penghathuan warga terkait pemasaran melalui internet dan media sosial membuat produksi manisan jeruk pameo tersedat di masa pandemic covid 19.

“ Puasa lebaran pokoknya yang libur libur itu yang mudik itu bisa sampai 5 juta. Kemarin 10 juta nimbus waktu 206 tu bisa nimbus samapi 10 juta, jadi 3 bulan bisa 30 juta. Trus masa pandemic gini terus menurun omset kita,” imbuhnya.

Wahyuti berharap ada perhatian dari pemerintah terkait pengembangan produksi dengan ketersediaan peralatan produksi karena dengan cara manual dibutuhkan waktu 2 hingga 3 hari untuk melakukanpenjemuran. Namun dengan peralatan produksi kuantitas produksi bisa ditingkatkan. (Gus)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )