Era New Normal Olly Dondokambey Periksa Kesiapan Pengelola Tempat Ibadah Gereja, Masjid dan Pusat Perbelanjaan

Era New Normal Olly Dondokambey Periksa Kesiapan Pengelola Tempat Ibadah Gereja, Masjid dan Pusat Perbelanjaan

Hariansiber.com|Manado Sulawesi Utara – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. Umat beragama pun sudah bisa menggelar ibadah di Gereja atau Masjid dengan protokol kesehatan.

Untuk melihat kesiapan rumah ibadah dan pusat perbelanjaan dalam memulai aktivitasnya, Olly Dondokambey melakukan peninjauan di sejumlah gereja, Masjid dan mall di Kota Manado, fasilitas penunjang protokol kesehatan serta sistem operasional rumah ibadah serta mall, diperiksa, salah satu kunjungan dilakukan di Gereja Mawar Sharon Manado dan Mall Manado Town Square.

“Dalam waktu dekat tempat peribadatan, pusat-pusat ekonomi, pusat kegiatan dan pelayanan masyarakat lainnya akan dibuka kembali, dengan catatan wajib menerapkan protokol kesehatan serta Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 yang telah diatur dalam Pergub Nomor 44 Tahun 2020,” ungkap Olly Dondokambey saat melakukan kunjungan kerja bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara pada Kamis, 25/6/2020.

Dikatakan Olly Dondokambey saat berkunjung di Gereja Mawar Sharon Manado, pengelola gereja dan jemaat, harus bersama-sama mengatur jumlah jemaat dan jam ibadah. Itu harus dilakukan agar protokol kesehatan dapat jalan, ibadah lancar, namun bisa terhindar dari resiko terjangkit Covid-19.

“Misalnya kayak gedung ini biasa orang beribadah 700 orang. Saya minta paling tinggi 100 orang saja supaya bisa berjalan. Jadi ibadahnya diperlebar. Contoh jam 6 sampai jam 7, jam 7 sampai jam 8, kan ibadahnya diperpanjang, begitu juga tempat-tempat lain saya kira.
Makanya saya datang cek ke sini karena saya tahu Gereja Mawar Sharon ini banyak sekali jemaatnya yang datang, jadi saya datang cek langsung jangan sampai mereka tidak siap jadi seperti semula saja ibadahnya, Nah itu kan repot nanti kita sendiri,” Lanjut Gubernur.

Pada pelaksanaan ibadah nanti, pihak gereja, Masjid dan jemaat wajib menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, memakai masker serta ada penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah ibadah.

Jika nanti dalam komunitas jemaat terdapat kasus Covid-19, pengelola gereja harus dapat bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan pelacakan kontak erat, melakukan identifikasi pekerja, pengunjung atau orang lain yang sempat kontak erat dengan orang terkonfirmasi dengan cara melakukan observasi, investigasi dan penyampaian pengumuman resmi kepada masyarakat.

Soal waktu pelaksanaan Pergub Sulut ini, nanti akan diumumkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten/kota masing-masing.

HS/Jusak Poludu
Editor/Arf/Red/Hariansiber

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )