Fakha Telaumbanua, S.H.,: Minta Bupati Nias Copot Eliyunus Waruwu Sebagai Rektor UNIAS

3 min read

Hariansiber.com|Gunungsitoli – Mahasiswa Baru Di UNIVERSITAS NIAS Sungguh Luar biasa Penampilan mereka Pada Saat Melaksanakan Ospek. Kedua Pria dan Seorang Wanita yang Sedang Menjalani Acara Ospek dalam Melewati Pintu untuk Memasuki/Menjadi Seorang Mahasiswa di UNIVERSITAS NIAS. Mereka Melakukan ala ala tiktok yang Sedang Viral di Medsos pada saat ini. Dan Nampak Terlihat kepada Penonton dengan Semangatnya Mereka Melakukan Joget dan penonton seakan terlihat sedang asyik menikmati aksi mereka, MINGGU. 11/09/22.

Video Tersebut Merupakan Mahasiswa Baru dari Universitas Nias yang sedang mengikuti Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Mulai dari tahun Akademik 2022/2023

Penampilan aksi Mereka Melaksanakan Kegiatan ini, seakan akan Mereka sedang Melakukan aksi Joget alaala tiktik dan seperti sedang melakukan Aksi di tempat Dugem alaala Cafe Seperti yang sudah Viral Melalui Video di Medsos.

“Selanjutnya, FAKHA TELAUMBANUA, S.H., dalam Tanggapannya mengatakan, Melihat perkembangan Universitas Nias akhir-akhir ini Saya pribadi sungguh bangga bahwa di akhir tahun 2021 berdiri 2 Universitas di Tano Niha, yakni Universitas Nias Raya di Teluk Dalam milik yayasan yang dirintis oleh seorang Rohaniawan, Pdt. Bambowo Laiya, S.Th., M.A, dan Universitas Nias di Gunungsitoli, milik Yayasan Pemda Nias. Ini adalah suatu pencapaian yang maju dan penanda kemajuan daerah Tano Niha yang memiliki 5 Pemerintahan Daerah Kabupaten / Kota.

Namun, Melihat beberapa persoalan sejak diangkatnya Saudara Eliyunus Waruwu menjadi Rektor Universitas Nias (Unias) sejak awal tahun 2022 tadi, yang nota bene bukanlah seorang Akademisi, semangat kebanggaan saya mulai mengendur, sembari bertanya “Kemana arah pendidikan tinggi Universitas Nias akan dibawa?” Ujarnya Fakha

Banyak pihak menduga duga bahwa pengangkatan nya sarat dengan kepentingan politik Partai tertentu, saya menduga may be yes, may be no. Dan, semoga tidak lah ya.
Tetapi jika ia, betapa rusaknya dunia pendidikan kita yang harus terpolitisasi diawal kelahirannya.

Kembali ke persoalan:
1. Bahwa Eliyunus Waruwu bukan dari latar belakang Akademisi.

2. Masalah pemecatan dosen yang nota bene mantan Ketua STIE.

3. Masalah uang kuliah mahasiswa yang bulan lalu seperti nya demo di kampus.

4. Masalah papan merek Fakultas Ekonomi yang sempat viral karna tulisannya “FALKULTAS EKONOMI” dan alamat yang bertele tele serta diduga tak sesuai kode pos.

5. “Tarian” atau Joged yang mirip joged di club malam yang dipertontonkan saat pengenalan kampus untuk mahasiswa baru, dinilai sejumlah pihak tidak sesuai budaya ketimuran, khususnya budaya Nias dan juga tak pantas dipertontonkan di dunia pendidikan.

Melihat semuanya itu, Maka, Dengan berat hati, Kepada Bupati Nias, Bapak Ya’atulo Gulo, Ketua Yayasan, Bang Marinus Gea, Yang sama-sama kita kader PDI Perjuangan, Minta Segera Evaluasi dan Copot Bang Eliyunus Waruwu sebagai Rektor UNIAS.

Ini mungkin berat, apalagi Bang Eliyunus Waruwu adalah kader partai kita, tetapi untuk perbaikan dan demi membendung amarah rakyat yang sudah frustrasi dengan kenaikan harga BBM yang nota bene kebijakan partai kita juga, maka perlu ada ketegasan yang bijaksana, COPOT ELIYUNUS WARUWU sebagai Rektor UNIAS. Tegasnya

“lebihlanjut, Anggota DPRD Kabupeten Nias, Yosafati Waruwu menanggapi bahwa Joget ala Tiktok pada kegiatan Ospek mahasiswa baru di Universitas Nias tahun 2022 ini, yang paling faham makna dan tujuannya terhadap orientasi belajar mengajar, orientasi kehidupan kampus, orientasi unit kegiatan mahasiswa dan orientasi fakultas dan jurusan, hanyalah pihak Universitas Nias.

“Entah apa kaitannya joget ala Tiktok dengan orientasi itu, merekalah yang paling faham, “Ungkap Wakil Rakyat dari politisi NasDem kepada wartawan. Minggu (11/09/2022).

Dikatakannya, bila tujuannya sekedar menghibur, tentu lingkungan kampus bukanlah tempat hiburan. Bila, untuk mengembangkan kebudayaan dan kearifan lokal, masih ada tarian Nias yang bisa dikemas ala modern untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Nias lewat kegiatan mahasiswa baru di Universitas Nias.

“Bisa juga bagian dari strategi Universitas Nias mempromosikan perguruan tingginya dengan joget ala Tiktok sehingga viral dan jadi sorotan masyarakat banyak, “Tegasnya.

Dengan adanya universitas maka memiliki wadah untuk melestarikan budaya yang didalamnya mengandung nilai-nilai etika dan estetika seperti tarian-tarian Nias dengan kemasan modern justru lebih unik sebenarnya.

Dianya berharap memang lewat Universitas Nias budaya dan kearifan lokal kita bisa diperkenalkan lewat kegiatan mahasiswa.

“Kalau joget ala Tiktok ini sudah umumlah di era sekarang, “Tutur Yosafati.

Salah satunya diunggah oleh akun Facebook Nodiveman Waruwu bertulisan bahwa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan program yang WAJIB diikuti oleh seluruh mahasiswa baru.

Kegiatan itu untuk memperkenalkan dan mempersiapkan para mahasiswa baru berproses menjadi mahasiswa yang yang dewasa dan mandiri, mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi kelak.

“Sayang sekali kegiatan PKKMB di tahun 2022 ini di mana salah satu pertunjukan yang memang tidak bisa di contoh pada saat pengenalan kampus kepada mahasiswa baru, malahan kegiatan PKKMB sebagai tempat dugem alaala cafe,” Jelasnya Mengakhiri.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *