Hadir di Battle of V60, Santoso Beri Dukungan Barista Milenial Kota Blitar Bebas Berkreasi

Hadir di Battle of V60, Santoso Beri Dukungan Barista Milenial Kota Blitar Bebas Berkreasi

HARIANSIBER.COM|BLITAR- Seni meracik kopi kini sedang digandrungi oleh kaum milenial di Kota Blitar. Kompetisi meracik kopi dengan cita rasa yang khas pun sering digelar mengasah kemampuan seperti di Battle of V60 yang digelar Komunitas Kopi Blitar (Kokob) di Pendopo Kenangan Blitar Jalan Ir Sukarno, Selasa (27/10/2020).

Hal ini mendapat perhatian Santoso, calon Walikota Blitar dalam visinya membangun ekonomi rakyat. Bahwa kopi racikan kini mempunyai pasar dari kalangan para remaja atau milenial yang banyak jumlahnya. Maka itu tidak boleh dianggap sebelah mata dan pemerintah perlu hadir memberikan dukungan.

“Kompetisi kopi ini kalau menang akan mendapat sertifikat yang menjadi bukti otentik kemampuan meracik kopi. Ini sangat baik untuk bisa kembangkan usaha, dengan membuka cafe dimanapun bisa, sehingga menambah nilai ekonomi. Dan usaha bisnis meracik kopi ini sangat prospektif ke depan,” ungkap Santoso.

Jika dirinya terpilih dirinya akan menyediakan ruang berkreasi bagi para pecinta kopi. Dengan menyulap Jalan Merdeka Kota Blitar menjadi layaknya Jalan Malioboro di Yogyakarta. Para milenial bebas menggelar festival kopi di Jalan Merdeka, sekaligus ditonton masyarakat yang lalu lalang yang makin mempopulerkan kegiatan tersebut.

“Kita harus berikan ruang gerak untuk mengekspresikan kemampuan anak muda kita. Pemuda Blitar harus kreatif, jangan memandang sebelah mata tentang usaha jualan kopi ini, kalau diracik ditangan orang kreatif biji kopi nilainya bisa puluhan hingga ratusan ribu sekali seduh,” ujar paslon No. urut 2 ini.

Santoso pun mengakui saat ini bisnis kopi tumbuh subur layaknya jamur berkembang di musim hujan. Jika pemerintah mendukung milenial akan hobi kopi ini bukan tidak mungkin banyak usahawan muda dengan produk kopi unggulan.

“Saya juga menjadi bagian pecinta kopi. Ketika nyantai sambil menyeduh kopi bisa muncul inspirasi-inspirasi. Semoga kegiatan komunitas kopi blitar yang positif ini sukses,” kata pemimpin dikenal peduli wong cilik ini.

Sementara panitia Battle of V60 Komunitas Kopi Blitar, Wakhid Irvan Khoiriansyah mengatakan kompetisi ini diikuti 54 peserta dari kedai kopi di Blitar. Ini dia batasi karena ada pandemi Covid-19. Padahal jumlah kedai kopi yang tergabung di komunitasnya ada sekitar 84 kedai kopi.

Ia menerangkan, membuat kopi kalau beda penyeduhan bisa beda rasanya. Sehingga seorang barista atau peracik kopi dalam menyeduh harus presisi seperti takaran hingga suhu penyeduhan. Ini ada seninya tersendiri agar mencapai rasa diinginkan.

“Maka itu battle ini sangat tinggi peminatnya untuk berlomba menjadi barista dengan racikan paling pas, tidak terlalu pahit, asam dan ada citarasa tanaman teduhannya,” ungkap Irvan.

Kehadiran Santoso ini, dia berharap usaha perkopian Kota Blitar mendapat dukungan pemerintah. Sebab sampai saat ini kegiatan kopi ini belum terlihat atau dilirik pemerintah. Sosok Santoso inilah yang diharapkan mampu mewujudkan aspirasi ini jika terpilih jadi Walikota Blitar 2021-2024.

“Harapan kita pemerintah berkolaborasi dengan komunitas kopi secara berkelanjutan. Karena potensi kopi Blitar sangat bagus dengan di wilayah Kabupaten banyak petaninya dan di Kota Blitar banyak yang menyukai menjadi konsumen setianya,” pungkasnya.

(Meidian Dona Doni)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )