Imbauan PSBB Tak Digubris  PKL dan Pengurus Masjid

Imbauan PSBB Tak Digubris PKL dan Pengurus Masjid

Hariansiber.comI Kota Tegal– Sejumlah warung makan dan Pedagang Kaki Lima ( PKL) di wilayah Kota Tegal, Jawa Tengah, nampak masih beroperasi seperti biasanya meskipun Pemerintah Kota ( Pemkot) setempat sudah membuat rambu – rambu pelarangan berkaitan dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Hal yang sama juga terjadi di sektor kegiatan keagamaan.
Sejumlah masjid dan mushola masih melaksanakan giat sholat tarawih berjamaah. Padahal jelas sekali intruksinya, selama pemberlakuan PSBB kegiatan ibadah tidak dilakukan di tempat ibadah tapi di rumah masing masing.

Plt Kepala Kantor Satpol PP Kota Tegal, Joko Syukur di sela sela giat patroli, Jumat ( 23/ 4) malam mengatakan, di hari kedua penerapan PSBB ternyata masih banyak PKL maupun warung makan yang buka sampai melebihi batas waktu yang ditentukan yaitu pukul 20:00 WIB.

” Sejak hari pertama hingga saat ini hari kedua dari pemberlakuan PSBB, masih kami temui warung makan dan PKL yang memberikan jasa layanan makan ditempat, padahal ketentuannya tidak boleh, harus dengan cara dibungkus. Sejumlah masjid juga masih menggelar giat tarawih berjamaah, seperti Masjid Agung dan sejumlah masjid lainnya,” kata Joko Syukur.

Lebih jauh Joko Syukur mengatakan, dengan pemberlakuan PSBB diharapkan dapat memutus rantai persebaran Covid 19. Oleh karena itu, untuk menghindari kerumunan banyak orang, setiap warung makan hanya diperbolehkan melayani bungkus, tidak makan di tempat.

Advertisement

Joko menambahkan, patroli akan terus dilakukan tiap malam, untuk menekan maraknya aktivitas warung makan maupun PKL yang kedapatan melanggar komitmen PSBB.

” Ini masih hari kedua, masih kami beri toleransi, nanti kalau sampai seminggu masih bandel, terpaksa kami akan tindak tegas. Malam ini kami menyisir, jl Pancasila, lingkar Alun alun, jl AR Hakim, Jl A Yani , Jl Diponegoro, Jl Kartini, Jl Arjuna, Jl Sultan Agung, Jl Kapten Sudibyo,” tegas Joko.

Sementara, sejumlah pedagang mengaku masih bingung dengan model PSBB yang diumumkan Pemkot Tegal melalui selebaran maupun penyuluhan.

Secara terpisah, Saelan, salah seorang pengelola rumah makan ternama di Kota Tegal saat dimintai pendapatnya terkait PSBB mengatakan, penerapan PSBB di Kota Tegal dilaksanakan setengah hati.

” Pemkot seharusnya bertindak tegas terhadap pelanggar PSBB. Lalu kenapa Pemkot lemah lembut tidak berani tegas, ya karena konsepsi PSBB yang diterapkan sudah keliru dari PSBB pada umumnya,” kata Saelan.

Menurut Saelan, sebagai pelaku usaha yang setiap hari berinteraksi dengan warga, dirinya banyak mendengar komentar warga terkait pemadaman PJU dan penutupan jalan dengan block beton.

” Padahal setahu saya, di dalam juklak dan juknis PSBB sendiri, tidak mengatur tentang penutupan akses jalan maupun pemadaman lampu penerangan jalan umum ( PJU), itulah mengapa saya katakan bahwa PSBB di sini sudah menyalahi prosedural, ” tegas Saelan.

( RIYANTO JAY)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )