Isu Pengerukan Di Ketambe, PT Cotgoh Jaya Bantah Jadi Dalangnya

Isu Pengerukan Di Ketambe, PT Cotgoh Jaya Bantah Jadi Dalangnya

Hariansiber.com| Kutacane – Mencuatnya isu pengerukan sungai di Ketambe dan dituding mengeksploitasinya secara masif untuk dijadikan sebagai bahan material kebutuhan proyek, PT Cotgoh Jaya selaku rekanan pelaksana proyek Jalan Nasional di Ketambe, Kutacane-Gayo lues yang berbaget Rp 25 Milyard membantah yang menjadi dalangnya.

Kepada harian Siber.Com, Rabu (15/04/2020), di salah satu Cafe di Kutacane, Ismail, Perwakilan PT Cotgoh Jaya, secara blak-blakkan, mengatakan “bahwa pihaknya secara tegas menyatakan sejak awal di mulainya proyek ini, tidak pernah sekali pun menurunkan alat beratnya untuk mengeruk sungai maupun anak sungai yang ada di Ketambe.

Ditengarai sambung Ismail, bahwa semua material pasir dan batu kita beli dari pihak Pengusaha Galian C milik Muji, cuma yang kita sesalkan kita akui bahwa kita tidak mengetahui sejauh mana status ijin Galian C yang dikantongi oleh Muji, sebab hal itu tidak pernah kita lakukan pengecekan atau menanyakan soal ijin tersebut, karena memang kita tidak ada wewenang untuk menanyakan hal tersebut.

Mungkin di awal-awal di mulainya proyek ini, saya akui bahwa benar alat berat kita ada dipinjam pakai oleh pihak Desa setempat, untuk mengeruk anak sungai di Ketambe, tapi itu mereka lakukan untuk menimbun proyek jalan desa mereka, dan itu pun tidak lama mereka pinjam hanya beberapa hari saja, tandas Ismail.

Jadi saya yakin rinci Ismail, yang terlihat oleh sejumlah warga Kutacane adanya alat berat kita melakukan pengerukan di sungai di Ketambe diyakini ketika tengah dipinjamkan ke warga Desa Ketambe, hal ini bisa ditanyakan langsung ke Kepala Desa Ketambe atau ke warga itu.

Selain itu, faktanya bahwa PT Cotgoh Jaya dalam bekerja sangat fokus dan sensitif untuk menjaga lingkungan sekitar proyek, bahkan kita kerap berkoordinasi dengan semua pihak dan elemen masyarakat Ketambe, karena memang kita sejak awal mengetahui bahwa Ketambe selain merupakan daerah wisata juga daerah pusat penelitian kelestarian alam taraf dunia, yang banyak didatangi oleh wisatawan asing.

Bahkan, ditambahkan Ismail pihak kita juga pernah didatangi oleh orang asing yang mengaku bahagian tim riset kelestarian alam untuk tidak merusak lingkungan sekitar, makanya saya cukup yakin bahwa PT Cotgoh Jaya tidak pernah sekalipun mengeruk apalagi sampai mengeksploitasi pasir dan batu yang ada di Sungai dan anak sungai di Ketambe.

Untuk itu, saya harap kepada seluruh elemen masyarakat Aceh Tenggara, wabil khusus ke warga Ketambe, untuk bisa menahan diri dan tidak mempercayai atas isu tidak benar tentang pengerukan oleh PT Cotgoh Jaya, walau demikian, saya akui timpal Ismail, jika ada kerusakan lingkungan yang timbul akibat pekerjaan proyek ini, kami bersedia dikritik dan bersedia pula untuk memperbaikinya, pungkas Ismail.(rky)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )