Kanit Binmas Polsek Kotabumi Utara Buat Alat Untuk Padamkan Kebakaran

Kanit Binmas Polsek Kotabumi Utara Buat Alat Untuk Padamkan Kebakaran

HARIANSIBER.COM|Lampung Utara – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saatnya membutuhkan Penanganan yang ekstra, tentunya didukung dengan Peralatan yang memadai juga Pemahaman dan merujuk pada Standar Operasional Prosedur (SOP), namun yang terpenting adalah kewaspadaan serta keselamatan diri.

Berdasarkan hal itu, Aiptu. Suharsono, Kanit Binmas Polsek Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara, terinspirasi untuk merekayasa tangki penyemprot solo yang biasa digunakan masyarakat untuk menyemprot tanaman maupun rumput dan gulma pengganggu tanaman menjadi alat pemadam kebakaran.

“Saya terinspirasi untuk membuat alat pemadam kebakaran yang efektif, efisien, dan ekonomis, serta mudah untuk digunakan,” tutur Aiptu . Suharsono, selasa (11/02/2020).

Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 9 Juni 1975 ini, terinspirasi melakukan inovasi tangki penyemprot air solo bermula dari satu peristiwa bencana kebakaran yang lokasinya sulit dijangkau oleh kendaraan maupun tim pemadam.

“Ketika itu, kami mengalami kesulitan untuk menjangkau titik api sumber kebakaran yang terletak di lokasi yang sangat ekstrim dan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat,” urainya.

Lebih lanjut dikatakannya, iapun mencoba melakukan inovasi untuk mengubah tangki penyemprot air yang bermuatan 10-15 liter untuk digunakan sebagai alat pemadam karhutla maupun kebakaran yang berada di lokasi sempit dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

“Alat yang saya ubah ini mampu menyemburkan air dengan daya jangkauan 8 hingga 10 meter dari pusat kebakaran,” terangnya.

Inovasi tangki penyemprot solo yang diubah Suharsono untuk dapat digunakan sebagai alat pemadam kebakaran, yakni pada bagian spuyer penyemprot airnya.

“Sebelum mengalami inovasi, semburan air dari tangki tersebut bersifat pengembunan dan dalam daya jangkau rendah. Saya hanya mengubah bagian spuyer penyemprotnya sehingga air yang menyembur lebih cepat dan memiliki daya jangkauan 8 hingga 10 meter yang dibutuhkan untuk penanganan karhutla,” bebernya.

Prinsip penanganan bencana kebakaran, kata Suharsono, harus dilakukan secara bersama-sama, bergotong-royong, dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Dengan alat ini, prinsip tersebut dapat dilaksanakan dengan asas kebersamaan dan kita juga dapat mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan dari gerakan api yang tidak dapat diprediksi ancaman yang ditimbulkannya kepada diri kita saat mencari sumber titik api,” pungkasnya.

(Anton)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )