Karena Sakit Hati, Pelaku Pembunuhan Satpam PTPN VI dijerat Pasal 338 KUHP

2 min read

Hariansiber.com|Batang Hari –Usai melampiaskan rasa sakit hatinya ,Pelaku pembunuhan Satpam PTPN VI Batanghari serahkan diri ke Polsek Jambi Luar Kota (Jaluko), pada Rabu (11/05/2022).

Kapolres Batanghari AKBP M. Hasan saat press release tentang kasus pembunuhan Satpam PTPN VI Batanghari, yang terjadi di Jalan lintas Ness, Desa Petajen, Kecamatan Bajubang pada Minggu dini hari.

Di katakan Kapolres Batang hari Akbp.M.Hasan SIK.MH Pelaku Pembunuhan satpam PTPN VI berinisial M sudah kami amankan setelah beberapa hari kami lakukan pengejaran yang dipimpin oleh Kasat Reskrim beserta Kapolsek Bajubang. Kemarin Rabu (11/05/2022)pelaku menyerahkan diri, dan kami amankan di daerah Kabupaten Muaro Jambi,” kata Kapolres Batanghari AKBP M. Hasan di depan Pintu masuk gedung Mapolres Batanghari, Kamis (12/05/2022) pukul 10.00 wib.

Disebutkan Kapolres, korban berinisial A meninggal di TKP dengan luka tusukan sebuah pisau yang telah diamankan. Pelaku dan korban merupakan rekan kerja sebagai security di PTPN VI Batanghari, pelaku baru satu bulan bekerja sementara korban sudah satu tahun.

“Korban dan pelaku sama-sama security PTPN VI, sedang kan motif dari pembunuhan ini adalah unsur sakit hati atau ketersinggungan yang dilakukan oleh korban sehingga menyulut emosi pelaku.

Ketersinggungan pelaku yaitu karena korban meminjam motor pelaku pada saat korban mengembalikan kunci motor pelaku,korban melempar kunci motor ke depan pelaku, sehingga pelaku merasa sakit hati dan korban mengajak berduel.

Namun pelaku sudah menyiapkan pisau untuk menusuk korban di bagian sebelah kiri, mengenai organ vital jantung hingga menyebabkan kematian.

Sedangkan alat bukti Pisau yang digunakan pelaku adalah untuk alat bertugas mengamankan kebun sawit,” tutur M. Hasan.

“Sempat terjadi perkelahian perebutan pisau antara korban dan pelaku, namun korban kehabisan darah dan tidak bisa diselamatkan,” sambung M. Hasan.

Adapun pasal yang dikenakan untuk pelaku yakni pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun kurungan dan maksimal seumur hidup.

Awal mulanya pihak Polres Batanghari menduga pembunuhan tersebut merupakan pencurian buah sawit, namun setelah dilakukan olah TKP dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim ditemukanlah pisau di semak-semak yang mana pada pisau tersebut ada nama pelaku.

“Itulah menjadi petunjuk kita bahwa pelaku diduga kuat melakukan perbuatan pembunuhan,” kata Kapolres Batanghari, AKBP M. Hasan SIK.MH.

Adapun Barang bukti yang diamankan ialah 1 bilah pisau pendek bersarung milik pelaku yang digunakan untuk merenggut nyawa korban, 1 Buah sepeda motor jenis Honda CRF milik pelaku, 2 buah handphone, 1 baju kaos, 1 celana training dan 1 buah tikar tutup AKBP .M.Hasan SIK.MH.

Penulis : Aspin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.