Kepala Museum Sumsel Kunjungi Kediaman Syahrudin

2 min read

Laporan : Antoni

Lahat-Harian siber|—-Selasa, 7 Juni 2022 bertempat di kediaman Syahrudin warga Desa Lebak Budi Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat, Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan atau Museum Balaputradewa Palembang, Dr. Wahyu arkeolog dari BRIN Sumsel, Agus ahli batik Sumsel, Beni Mulyadi budayawan Sumsel didamping Mario Andramartik Staf Khusus Bupati Lahat melakukan penelusuran peradaban yang tersimpan di desa ini. Rumah Syahrudin terlihat seperti rumah pada umumnya tetapi setelah diperhatikan dengan seksama ternyata rumah ini merupakan Ghumah Baghi atau rumah kuno yang mencirikan rumah adat Kabupaten Lahat. Rumah panggung dengan pahatan pada bagian depan dan samping rumah persis sama dengan ghumah baghi yang banyak ditemukan didaerah uluan seperti Kota Agung, Mulak Ulu, Jarai Area dan Pagaralam. Maka ghumah baghi yang berada di Desa Lebak Budi ini merupakan ghumah baghi satu-satunya yang saat ini masih berdiri di kawasan Merapi.
Setelah kami telusuri lebih mendetail ternyata di Desa Lebak Budi ini ditemukan juga jejak peradaban lainnya seperti benda-benda peninggalan leluhur atau puyang pendiri desa. Kami diperlihatkan oleh Syahrudin benda langka seperti topi pesirah, talam/baki tembaga, umbut manau (seperti meriam tangan) dan plat tembaga dengan tulisan di kedua sisinya dan sebuah bambu juga dengan tulisan mengelilinginya bambu.
Akhirnya tim yang datang dari Palembang ini lebih fokus untuk membaca tulisan plat tembaga dan bambu. Kedua media tulisan ini di tulis dengan huruf atau aksara yang berbeda dan tidak dapat dibaca oleh sang empu dan juga Kepala Desa Lebak Budi. Bahkan Kades Susi Mariani yang baru menjabat selama 6 bulan baru melihat benda-benda bersejarah tersebut.
Aksara pada lempengan tembaga merupakan aksara Jawa yang diperkirakan pada masa akhir Kerajaan Majapahit adapun apa isi dalam aksara tersebut belum dapat disampaikan oleh Dr. Wahyu karena perlu penelitian secara mendetail sedangkan aksara yang ada pada bambu adalah aksara ka ga nga atau surat ulu yang merupakan aksara Kabupaten Lahat. Dari analisa awal Dr. Wahyu memperkirakan aksara pada bambu bercerita tentang pengobatan.
Dengan temuan kedua aksara di Desa Lebak Budi ini memberikan tanda bahwa ratusan tahun lalu sekitar 300 tahun telah berkembang peradaban yang penuh dengan catatan sejarah kehidupan manusia di daerah Merapi Area.

Semoga nantinya peninggalan leluhur yang mempunyai nilai budaya tinggi ini dapat terus terjaga dan lestari agar dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.