Kistar Akui Ikut Berkiprah Pembuatan Surat Sanusi

1 min read

Hariansiber.com|Tanjungpinang-walau belum menemukan titik terang terhadap lahan yang dibelinya dari Murad yang kini diklaim masuk dalam pembebasan Provinsi, namun setidaknya ada beberapa fakta yang semakin menguatkan para prosedur penerbitan surat-surat masyarakat melibatkan perangkat desa.

hal ini terungkap kala media ini bersama perwakilan dari lembaga komando pemberantasan korupsi (LKPK) provinsi pimpinan Kennedy Sihombing, Een Saputro dan Saut Simangungsong menemui Kistar ketua RT 002/RW 004 Dompak, kecamatan Bukit Bestari, provinsi Kepri, Senin (14/11) dikediamannya, persis depan kampus Umrah.

surat tanah Sanusi atas nama Raha diakuinya begitupun dengan surat tanah yang berbentuk kolam air dibelakang kantor dinas pendidikan Provinsi.

ia juga tidak menampik ikut membubuhkan tanda tangan di surat hibah atas nama Murad yang diperuntukan kepada Yatim Mustafa (mantan Kadisdik provinsi).

menurut pengakuannya terkait pembebasan dengan provinsi ia tidak begitu paham karena penjualan lahan tersebut melibatkan ipar Murad yang bernama Tahar.

Ia tidak banyak merinci perihal tanah milik Raha tersebut, karna menurutnya ia menjadi RT diujung tahun 1984. ia juga mengatakan nama RT Mahmud Hamid yang ada tanda tangannya di surat SKT yang dipegang Sanusi bukanlah RT. Namun ditanya mengapa bisa ada tanda tangan dan di tulis RT ia memilih mengatakan tidak tahu.

lalu siapa Tahar, apa perannya ? sampai tulisan ini naik media ini belum bisa menemukannya. tunggu berita investigasi selanjutnya.

(Lanni Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *