Kriminalisasi Dalam Dunia Kesehatan Kini diduga dilakukan Oleh Satgas COVID-19, Barito Selatan 

Kriminalisasi Dalam Dunia Kesehatan Kini diduga dilakukan Oleh Satgas COVID-19, Barito Selatan 

HARIANSIBER.COM|Buntok – ibarat dipenjara selama 45 hari tanpa sidang secara ponis dijatuhkan. Hal inilah yang dilakukan petugas medis Rumah Sakit Daerah Buntok menggunakan alat tes yg belum tentu pasti akurasinya.

Akibatnya kemerdekaan manusia, mengkarantina orang dengan stempel PDP selama 45 hari, yg juga membuat keluarga dikampung digunjingkan.

Dengan menempati ruang isolasi yg tidak higyenis nan tidak layak untuk memutus penyebaran virus mematikan, dialami empat orang tidak sakit tiba tiba dijemput langsung di impus dan dikarantina kemudian diponis positif corona kisah pilu ini sangat menyakitkan karena mrraka tersandera dan keluarganya digunjingkan.

Hasil tes medis yang memponis mereka positif selama 45 hari
tidak pernah diperlihatkan, menempati ruangan bercampur laki perempuan tanpa ada yg jaga tetap, gejala penyakit yg mereka rasakan tidak ada, tetapi tetap saja harus taat dan patuh, siksaan batin tekanan psikologi sedih dan takut jadi sakit benaran, tersandera melebihi dari narapidana.

mohon perhatian pemerintah !!! Inikah tujuan negara melindungi warganya, menjatuhkan ponis positif corona dengan alat tes laboratorium yang belum tentu akurasinya, apakah motif mafia bisnis kotor melalui covid-19 ini sedang diterapkan oleh pihak tertentu pada masyarakat tak berdaya, guna menampung anggaran negara yg cukup pantastis besarnya.

Advertisement

katanya memutus rantai penyebaran virus dan pemulihan kesehatan pasien, tapi.selama 43 sepreynya tidak pernah ganti, buah segar tidak diberikan dll

mengingat resiko yg ditanggung dan sangsi sosial yg dipikul bagi pihak yg diponis PDP sgt berat, jajaran yg berwewenang segera turun tangan agar hal ini tidak ters terulang diseluru negeri ini.

demi mengurangi beban negara dan menghidari mafia covid-19 petugas medis yg ditujuk memeriksa harus yang benar punya kapasitas.

 

Seharusnya alat tes yang dipergunakan harus yg memiliki tingkat akurasi minim 99% kepada PDP yang ditawarkan karantina mandiri.

karantina mandiri ke empat pasien yg dituduh positif corona tanpa dasar ini sedang diperjuangkan oleh

Pengacara Guntual Laremba aktivis penggiat hukum pejuang kebenaran, selaku kepala kantor proteksi perlindungan hukum mahkamah kebenaran. hariansiber.com (N-S)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )