LAM Kepri Sematkan Gelar Datok Seri Diwangsa Wira Perdana Untuk Ketua MPR RI

Hariansiber.com, Tanjungpinang — Suasana khidmat mewarnai prosesi adat Melayu di Kepulauan Riau ketika Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, resmi menerima gelar adat Datok Seri Diwangsa Wira Perdana dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau, di Balai Adat Seri Indra Sakti, Kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang, Jumat (14/11/2025).
Penganugerahan berlangsung dalam upacara adat yang penuh khidmat, menandai penghargaan tertinggi bagi tokoh yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa bagi bangsa dan negara.
Dalam hal ini Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan bahwa Kepulauan Riau yang dikenal sebagai negeri segantang lada—merupakan rumah bagi masyarakat rumpun Melayu, namun tetap terbuka bagi seluruh suku bangsa yang hidup dan berasimilasi di tanah Melayu.
“Budaya Melayu disebut sebagai salah satu akar utama pembentuk kebudayaan Indonesia, sekaligus cikal bakal lahirnya bahasa Indonesia,”ungkapnya.
Dikatakan Ansar, Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau, yang berlandaskan Perda Nomor 1 Tahun 2014, menjalankan peran strategis sebagai wadah tetua adat dalam menjaga nilai-nilai kemelayuan, termasuk dalam memberikan gelar kebesaran adat kepada tokoh bangsa.
“Gelar adat yang diberikan kepada Bapak Ahmad Muzani dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusinya dalam memastikan Undang-Undang Dasar 1945 berjalan sebagai dasar falsafah negara,”katanya.
Ia menilai Ahmad Muzani sebagai politikus senior dengan rekam jejak matang, pengalaman luas, serta kemampuan menjaga konsolidasi demokrasi dan stabilitas politik nasional. Perannya sebagai Ketua MPR RI disebut sangat berpengaruh dalam mengiringi denyut kemajuan Indonesia.
“Atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Kepulauan Riau, kami menyampaikan tahniah kepada Bapak Haji Ahmad Muzani atas penganugerahan gelar Datok Seri Diwangsa Wira Perdana,”tuturnya.
Sementara itu ditempat yang sama Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan penghormatan mendalam kepada para pemangku adat. Dengan penuh takzim, ia merapatkan sepuluh jari sebagai tanda sembah dan mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum LAM Kepri, Datuk Setia Datuk Sri Setia Utama, beserta para Datuk, Datin, dan seluruh pengurus Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau.
“Gelar yang saya terima bukan semata-mata simbol kebesaran, melainkan amanah budaya yang harus dijaga harkat dan martabatnya dan saya berikrar akan menjaga kemuliaan gelar tersebut sebagai bagian dari kehormatan pribadi,”Terangnya.
