Lembaga KPK Somasi Kades Busung

2 min read

Hariansiber.com|Busung-sengketa lahan yang terjadi antara Rubikan dan Rianto di pinggir jalan raya Busung, samping stadion Megat Alang perkasa, seri Kuala Lobam, Bintan akhirnya sampai kepada tindakan somasi.

sedikit penjabaran, sebelumnya lahan yang kini di klaim milik Rianto itu adalah milik kelompok Tani Abu Bakar yang mana Rubikan adalah salah seorang pemilik lahan.

lahan tersebut dipakai oleh PT Serai wangi untuk penambangan pasir tanggal 8 Oktober 1990. Dan antara pihak penambang dengan pihak pemilik lahan disepakati jika pihak penambang tidak lagi beroperasi dengan sendirinya tanah tersebut berpindah hak. Saat itu kepala desa (kades) yang menanda tangani perjanjian itu bernama Mohm. Rasyid, dan ikut ditanda tangani oleh direktur utama serai wangi Gatot soetianto dan 12 orang dari pihak Abu Bakar (pemilik lahan)

Namun tiba-tiba lahan tersebut di klaim milik Rianto hasil dari tukar menukar lahan dengan PT Surya bangun Pertiwi (SBP). Menurut pengakuan Rianto sendiri, ia memiliki lahan di dekat kawasan industri Lobam. lahan tersebut lah yang ditukar dengan lahan Busung yang kini jadi sengketa dengan Rubikan.

padahal lahan yang berlokasi di samping stadion Megat Alang belum pernah dibebaskan SBP.

uniknya lagi, dalam Bundelan surat pernyataan penguasaan phisik/sporadik atas nama Rianto itu dengan jelas disebut berbatasan dengan tanah/kebun Rubikan. seperti Persil 861 blok lkw, surat keterangan tanah nomor 117/BS/XII/1990 atas nama Katijo, sempadan sebelah timurdisebut berbatasan dengan tanah/kebun Rubikan. Namun Rubikan tidak pernah dimintai untuk tanda tangan sempadan.

Rubikan lalu memberikan kuasa kepada pihak Lembaga Komando pemberantasan Korupsi (LKPK) Provinsi Pimpinan Kennedy Sihombing untuk membantunya mengurus sengketa lahan.

Dengan niat baik LKPK menyurati pihak kades Busung yang kini dijabat Rusli, untuk dilakukan mediasi. Namun dengan pogahnya sang kades menolak mediasi tersebut.

Ia dalam surat penolakannya menantang LKPK untuk menunjukkan surat tanah milik Rubikan.

Menanggapi penolakan mediasi tersebut Kennedy Sihombing beserta kru-nya Saut Simangungsong dan Een Saputro memilih melayangkan somasi.

“kita bermaksud baik menyelesaikan dengan cara kekeluargaan, kenapa kadesnya menolak”, singkatnya, Kamis (10/11) kemarin.

poin-poin somasi tersebut tertuang sebagai berikut; diketahui surat perjanjian antara PT SBP dengan Rianto tertulis salah seorang sempadan bernama Rubikan. Namun penerbitan sporadik tersebut tidak melibatkan sempadan atas nama Rubikan tersebut. Rubikan tidak pernah menandatangani surat atas nama siapa pun sebagai sempadan. penerbitan surat sporadik atas nama Rianto dianggap tidak prosedural. harus dibatalkan karena merugikan Rubikan dan yang lain. poin terakhir, jika PT SBP melakukan tukar guling kepada warga, tentu adalah asetnya yang sudah dibebaskan.

sayangnya saat media ini mendatangi kantor kades Busung, Kamis kemarin Rusli sang kades tidak berada ditempat.

(Lanni Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *