Mangkraknya Gedung Balai Kemasyarakatan Pekon Fajar Agung Barat, Komisi 1 DPRD Pringsewu Rencana Sidak

4 min read

PRINGSEWU, HARIANSIBER.COM – Komisi 1 DPRD Kabupaten Pringsewu berencana melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada gedung Balai kemasyarakatan di Pekon Fajar Agung Barat yang diduga mangrak.

Rencana sidak itu disampaikan oleh ketua Komisi 1 DPRD Pringsewu Yusrizal via Chat WhatsApp, Minggu (3/7/22).

Dikatakan Yusrizal, sidak akan dilakukan untuk mengetahui permasalahan tersebut. Dirinya juga berharap agar gedung Balai kemasyarakatan di Pekon Fajar Agung Barat bisa difungsikan dengan sebagaimana mestinya untuk kepentingan masyarakat.

“ini menjadi catatan komisi 1 mudah2 kami akan segera menindak lanjuti permasalah tersebut dalam waktu dekat kami akan melakukan sidak d pekon tersebut untuk mengetahui permasalahan tersebut sehingga pasilitas tersebut dapat d pungsikan sebagai mana mustinya untuk kepentingan masyarakat hususnya d pekon fajar agung, “tegas Yusrizal.

DIBERITAKAN SEBELUMNYA : Realisasi dana Desa Pekon Fajar Agung Barat tahun 2020 patut dipertanyakan. Adapun salah satu realisasi Dana Desa yang patut diperhatikan yaitu anggaran pengalokasian untuk pembangunan gedung balai kemasyarakatan pekon setempat.

Dimana pada kondisi gedung yang dibangun saat ini terlihat hanya tiang serta kerangka atap yang berdiri diatas pondasi yang sudah mulai usang akibat diterpa musim panas dan hujan.

Gedung yang rencananya akan berdiri kokoh dengan ketinggian atap yang menjulang, sementara hanya mampu didirikan tiang diatas pondasi.

Pemerintah pekon setempat berencana akan mengalokasikan pembangunan gedung balai kemasyarakatan tersebut sebanyak tiga tahap.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, pertama, pemerintah pekon setempat telah menganggarkan gedung tersebut melalui DD tahap ke 2 yaitu sebesar Rp.362.697.200.

Kemudian pada tahap ke 3 ditahun yang sama yaitu 2020, pemerintah pekon Fajar Agung Barat kembali mengganggarkan pembangunan gedung tersebut dengan nominal yang sama, yaitu sebesar Rp.362.697.200.

Penyebab gedung tersebut belum terselesaikan hingga 100% masih belum jelas.

Sementara itu, kepala Pekon Fajar Agung Barat Subur Adi Riwanto A.Md mengaku tidak sepenuhnya mengetahui rincian detail pembangunan gedung tersebut.

Ia menjelaskan, terhitung sejak dimulainya perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan gedung tersebut saat itu dirinya belum menjabat sebagai kepala Pekon.

Dirinya juga mengaku tidak sepenuhnya mengetahui rincian nominal termasuk hingga mekanisme pelaksanaannya.

“Saya tidak faham detailnya, karena waktu itu saya belum jadi kepala Pekon. Untuk lebih jelasnya silahkan bertanya pada sekdes saya, “kata Subur saat dikonfirmasi dikantornya, Senin (7/2/22).

Dikonfirmasi ditempat yang sama, Haryadi selaku sekretaris Pekon setempat beralasan, terhentinya pelaksanaan pembangunan gedung balai kemasyarakatan Pekon Fajar Agung Barat karena keterbatasan anggaran.

Akibat dampak wabah Covid-19, dimasa pandemi virus tersebut, pembangunan gedung yang seharusnya bisa dilanjutkan dengan anggaran Dana Desa (DD) tahap berikutnya, hingga sekarang, akhirnya mangkrak belum juga dapat terselesaikan.

“Adanya pandemi Covid-19, anggaran Dana Desa yang sudah di RAB-kan untuk melanjutkan pembangunan gedung tersebut dialihkan untuk penanggulangan dampak dari virus tersebut. Namun pada gedung yang dibangun belum terselesaikan itu sudah sesuai dengan nominal anggaran, baik untuk material ataupun upah pekerja. Kami merangkul masyarakat lokal dipekerjakan saat itu, “jelas Haryadi.

Indra Gunawan, kala itu menjabat selaku Pj kepala Pekon Fajar Agung Barat menyayangkan tidak terselesaikan pembangunan tersebut.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan pembangunan gedung balai kemasyarakatan tersebut kala itu akan dikerjakan 3 tahap.

Untuk tahap pertama dilakukan pembuatan pondasi serta kerangka atap.

Terbenturnya situasi pandemi Covid-19 membuat bangunan tersebut terbengkalai karena akibat ketersediaan anggaran yang dialihkan untuk penanggulangan bencana Covid-19 ditahun tersebut.

” Waktu itu gedung balai kemasyarakatan akan dikerjakan 3tahap. Anggaran tahap pertama dikerjakan untuk pondasi tiang serta seluruh kerangka atap. Kerjaan terbengkalai karena terbentur situasi Covid-19, hingga anggaran digunakan untuk penanggulangan. Untuk pembiayaan pertama yaitu sebesar Rp.Rp.362.697.200 sudah sesuai dengan RAB-nya, “kata Indra Gunawan ketika dikonfirmasi via telepon, Selasa (8/2/22).

Gedung Balai kemasyarakatan Pekon Fajar Agung Barat yang diduga mangkrak (Davit/hariansiber.com)

Berikut data perencanaan realisasi dana desa Pekon Fajar Agung Barat ditahun 2020 yang berhasil dihimpun wartawan ini berdasarkan sumber (red) untuk kembali dijadikan bahan dievaluasi oleh pihak terkait, baik inspektorat hingga aparat penegak hukum.

TAHAP KE 1

Penanggulangan bencana keadaan darurat dan mendesak : jumlah kejadian keadaan mendesak Rp.89.400.000.

TAHAP KE 2

Pengadaan alat bantu bagi kaum disabilitas difabel. pengadaan, pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana mobil untuk ambulans desa sebesar Rp.19.000.000.

Terselenggaranya operasional pos kesehatan desa (PKTD) polindes milik desa lainnya sebesar Rp4.200.000.

Penyuluhan dan pelatihan bidang kesehatan untuk masyarakat tenaga kesehatan kader kesehatan dan lain-lain : jumlah peserta penyuluhan dan pelatihan bidang kesehatan sebesar Rp.5.000.000.

Pembangunan/rehabilitasi/peningkatan sarana dan prasarana energi alternatif tingkat desa : sarana dan prasarana energi alternatif tingkat desa sebesar Rp.21.932.200.

Pembangunan/rehabilitasi/peningkatan balai desa/balai kemasyarakatan : Gedung balai Desa/balai kemasyarakatan sebesar Rp.362.697.200.

Pembangunan/rehabilitasi/peningkatan/pengadaan sarana/prasarana/alat peraga edukatif (APE) PAUD/TK/TPQ/madrasah non-formal milik desa lainnya : /prasarana PAUD/TK/TPA/TPQ/ madrasah non- formal milik desa lainnya sebesar Rp.12.000.000.

Penyelenggaraan posyandu makanan tambahan kelas ibu hamil, kelas lansia, insentif kader posyandu: terselenggaranya operasional pos kesehatan desa (PKD) /polindes milik desa lainnya sebesar Rp.12.000.000.

Penanggulangan bencana keadaan darurat dan mendesak: jumlah kejadian penanggulangan bencana sebesar Rp.58.397.766.

Jumlah kejadian mendesak sebesar Rp.89.400.000.

TAHAP KE 3

Pelaksanaan pembangunan desa pengadaan alat bantu bagi kaum disabilitas difabel: pengadaan, pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana mobil untuk ambulans desa sebesar Rp.21.300.000.

Tersedianya alat bantu bagi kaum difabel/disabilitas sebesar sebesar Rp.8.574.800.

Penyelenggaraan pos kesehatan desa polindes milik desa obat-obatan: tambahan insentif bidan desa/perawat desa: penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin Dst: terselenggaranya operasional pos kesehatan desa polindes milik desa lainnya sebesar Rp.6.300.000.

Penyuluhan dan pelatihan bidang kesehatan untuk masyarakat tenaga kesehatan kader kesehatan, dll: jumlah peserta penyuluhan dan pelatihan bidang kesehatan sebesar Rp.5.000.000.

Pembangunan/rehabilitasi/peningkatan sarana dan prasarana energi alternatif tingkat Desa : sarana dan prasarana energi alternatif tingkat Desa sebesar Rp.21.932.200.

Pembangunan/rehabilitasi/peningkatan balai desa/balai kemasyarakatan: Gedung balai desa/balai kemasyarakatan sebesar Rp.362.697.200.

Pembangunan/rehabilitasi/peningkatan/pengadaan sarana/prasarana/alat peraga edukatif (APE) PAUD/TK/TPQ/madrasah non-formal milik desa sarana/prasarana PAUD/TK/ TPA/TKA/TPQ/madrasah non-formal milik desa lainnya sebesar Rp.12.000.000.

Penyelenggaraan posyandu makanan tambahan, kelas ibu hamil, kelas lansia, insentif kadar posyandu: terselenggaranya operasional pos kesehatan desa PKD polindes milik desa lainnya sebesar Rp.12.000.000.

Pembiayaan penyertaan modal: penyertaan modal bumdes sebesar Rp.50.000.000.

Pembangunan bencana, keadaan darurat dan mendesak desa: penanggulangan bencana jumlah kejadian penanggulangan bencana sebesar Rp 66.724.282.

Keadaan mendesak: jumlah kejadian keadaan mendesak sebesar Rp.268.200.000. (DAVIT SEGARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.