Mantan Aktivis Yokie Agung Malian, Pembebasan Para Napi tolong dikaji ulang

Mantan Aktivis Yokie Agung Malian, Pembebasan Para Napi tolong dikaji ulang

HARIANSIBER.COM|Lampung Utara – Menyikapi Kebijakan Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham) yang membebaskan ribuan Napi baru-baru ini, membuat mantan Aktivis Kepemudaan Lampung Utara, Yokie Agung Malian, angkat bicara.

Hal ini terkait usulan dari Menteri Yasona Laoli yang ingin membebaskan Narapidana (Napi) Koruptor dan Gembong Narkoba.

Menurut Yokie, Pembebasan 30 ribu Napi dengan tindak Pidana Umum (Pidum) meskipun dengan kriteria tertentu, sungguh sangat tidak masuk akal.Apalagi Menteri Kemenkumham baru saja mengusulkan akan membebaskan Napi Koruptor dan Narkoba.” Ujar Yokie, kamis (2/4/2020).

Walaupun dengan alasan Darurat Corona, lho bukannya kita di suruh diam dirumah saja?.Dan setahu saya belum ada satupun Napi yang terinfeksi Corona di Indonesia. Yang terinfeksi itu diluar, lantas kenapa mau dibebaskan?.

Justru Resikonya Pasien yang terinfeksi akan meningkat drastis. Itu Menteri bukan mau menyelamatkan, tapi malah nyuruh mati massal namanya. Logikanya dimana? Belum lagi, ada pelaku ada korbannya. Bagaimana dengan perasaan keluarga korban yang dibunuh dan kasus lainnya apabila mengetahui hal ini,” ungkap Yokie.

Lanjut Yokie, klaim dari Kemenkumham akan menghemat anggaran hingga 260 M dengan Pembebasan 30 ribu Napi tersebut merupakan klaim paling konyol dan sangat tidak masuk logika ditengah situasi seperti sekarang. “Pak Yasona lagi Stand up Comedy kayaknya. Jika Presiden menyetujui semua usulan itu ya sama saja. Berarti Indonesia sedang dipimpin oleh para pelaku Stand Up Comedy.

Bagaimana kalau sekalian saja dibubarkan Negara ini? Agar bisa menghemat dana Negara besar- besaran, Kasihan donk dengan mereka yang telah bekerja dengan sepenuh hati, mempertaruhkan banyak hal dan bekerja siang malam demi mengungkap sebuah kasus dalam hal ini pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan, jerih payah mereka tidak sejalan dengan Pemerintah.

Wajar saja semakin kuat keinginan para Pemberontakan seperti di Aceh dan Papua untuk memerdekakan diri, karena Negara tempat mereka mempercayakan hidup mati dirinya justru seakan ingin mencekik rakyatnya sendiri.” Pungkas Yokie.

(rls/Anton)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )