Melalui Pertura, Pemkab Blitar Sajikan Hiburan Sekaligus Sosialisasi Pentingnya Cukai

Melalui Pertura, Pemkab Blitar Sajikan Hiburan Sekaligus Sosialisasi Pentingnya Cukai

HARIANSIBER.COM|BLITAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menyelenggarakan Pekan Pertunjukan Rakyat (Pertura) pada Selasa (26/10/2021). Menampilkan pertunjukan seni campursari disiarkan secara streaming di Youtube Pemkab Blitar, yang juga disisipi materi edukasi masyarakat tentang perundang-undangan cukai.

Acara tersebut terselenggara dari kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Blitar dan Kantor Bea Cukai Blitar. Menghibur masyarakat dengan lawakan khas ludruk dan musik campursari disajikan grup Campursari Ardiba Laras.

“Dinas Komunikasi dan Informatika tugas dan fungsinya adalah publikasi. Maka itu kita membantu menyiarkan pertunjukan seni yang disela-selanya ada sosialisasi perundang-undangan cukai agar masyarakat tahu tentang denda dan sanksi bagi pengguna dan penjual rokok polos yang memang dilarang,” kata Kepala Diskominfo Kabupaten Blitar, Eko Susanto saat membuka acara.

Eko Susanto mengatakan saat ini Pemkab Blitar melalui beberapa OPD menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk sejumlah kegiatan positif. Seperti Dinas Pertanian dan Pangan menyosialisasikan terkait peningkatan mutu tembakau dan pengelolaan limbah tembakau menjadi pupuk.

Di Dinas Peternakan dan Perikananan, ada kegiatan budidaya jangkrik jantan anomo dan peningkatan mutu tembakau di Desa Ngreco Kecamatan Binangun. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyosialisasikan barang kena cukai, pelatihan tata boga, dan pelatihan keterampilan bagi mantan pekerja migran. Dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan inspeksi pada penjual rokok polos melibatkan pihak Satpol PP dan kepolisian.

Para sinden menyanyikan lagu Campursari di Panggung Pertura diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kantor Lama Pemkab Blitar .

“Semoga kegiatan kita bisa bermanfaat bagi masyarakat tentang pentingnya cukai bagi negara,” harapnya.

Sementara dari Kantor Bea Cukai Blitar, Kepala Seksi Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis, Arintoko Dwi Wiharto di sela acara campursari menyampaikan tentang barang-barang apa saja yang kena cukai. Mulai dari rokok, minuman alkohol, dan di peraturan terbaru ada rokok liquid vape dan produsen plastik sekali pakai masuk menjadi daftar barang kena cukai.

“Barang kena cukai yang paling banyak beredar adalah rokok. Namun banyak rokok ini ilegal seperti rokok polos yang tanpa pita cukai, lalu rokok dengan pita cukai bekas, dan rokok yang cukainya bukan peruntukannya. Masyarakat harus menghindari jangan sampai membeli rokok ini atau memperjualbelikannya karena itu ada sanksinya,” paparnya.

Arintoko menjelaskan bahwa keberadaan pita cukai ini penting bagi negara. Karena dengan membeli rokok yang lengkap dengan pita cukai artinya juga memberikan pemasukan uang kepada negara. Nantinya uang tersebut akan dikembalikan kembali ke masyarakat ke dalam bentuk kegiatan positif. Seperti kegiatan pentas seni ini diselenggarakan dengan sumber dananya dari dana bagi hasil cukai.

“Cukai ini sangat dibutuhkan negara apalagi di tengah pandemi. Seperti acara malam ini terselenggara dari dana bagi hasil cukai yang membantu ekonomi masyarakat seperti para pegiat seni yang kini sangat terdampak akibat jarang manggung, kita bantu melalui pagelaran-pagelaran yang diselenggarakan pemerintah,” pungkasnya. (adv/kmf)

(MEIDIAN DONA DONI)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )