Ole777

Ole777

Ole777

Ole777

Ole777

Ole777

Ole777

Mengenal Data Temuan Bappedalitbang: 9.303 Warga Miskin Ekstrem di Kabupaten Blitar Butuh Treatment Tepat

2 min read

HARIANSIBER.COM|BLITAR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) dibantu lembaga Amerika Serikat (USAID) memverifikasi data warga dengan kondisi miskin ekstrem. Hasilnya ditemukan ada 9.303 warga miskin ekstrem untuk nantinya mendapatkan penanganan atau treatment yang tepat.

Data temuan tersebut disosialisasikan dalam rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanganan Kemiskinan (TKPK), di kantor Bappedalitbang, Kamis (13/7/2023). Dalam rakor tersebut dipimpin langsung Ketua TKPK Kabupaten Blitar yaitu Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso, didampingi Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar Dr. Jumali, narasumber dari FISIP UB, serta segenap kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Blitar, dengan narasumber akademisi FISIP UB.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bappedalitbang Kabupaten Blitar, Anang Cristiana mengatakan dengan disosialisasikannya data temuan Bappedalitbang, nantinya seluruh OPD di Kabupaten Blitar menggunakannya mentreatment warga miskin ekstrem sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing OPD.

“Data 9303 itu sudah lengkap by name by address masuk dalam kategori miskin ekstrem hasil verifikasi kita bersama USAID dan sudah di SK kan Bupati. Kemarin kita sosialisasikan harapannya seluruh OPD, desa dan kecamatan itu aware terhadap penanganan kemiskinan ekstrem bisa ditangani secara tepat sasaran oleh OPD, desa, dan kecamatan di wilayahnya,” ujar Anang Cristiana, Jumat (14/7/2023).

Setelah sosialisasi ini, jelas Anang, tiap OPD bisa merumuskan treatment yang tepat untuk meng-nol-kan angka kemiskinan ekstrem. Misal Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) menangani kemiskinan ekstrem yang disebabkan rumahnya tidak layak huni. Lalu Dinas Sosial memberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga miskin ekstrem yang sudah lanjut usia.

Sedang warga miskin ekstrem yang masih di usia produktif akan mendapat pemberdayaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Koperasi UKM. “Di data kami sosialisasikan ada lengkap usia-usia warga yang miskin ekstrem. Jadi bisa dilihat yang miskin ekstrem tadi di usia produktif, kita beri pemberdayaan, pelatihan kerja supaya bisa mengangkat perekonomiannya dan lepas dari kemiskinan,” imbuhnya.

Lantas, treatment diberikan kepada warga miskin ekstrem tersebut bakal dilaksanakan masing-masing OPD menggunakan APBD 2024. Harapannya di tahun 2024, angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Blitar bisa 0 seperti yang diamanatkan Presiden RI Joko Widodo.

“Harapannya OPD dalam menyusun anggaran di 2024 nanti menyasar data warga yang tepat. Sehingga miskin ekstrem yaitu suatu kondisi warga yang pendapatannya kurang 1.9 dolar per hari atau 28 ribu rupiah tidak ada lagi di kabupaten Blitar,” pungkasnya.

Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso memimpin rapat koordinasi TKPK di Kantor Bappedalitbang Kabupaten Blitar, Kamis (13/7/2023).

 

Penulis: MEIDIAN DONA DONI

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *