Orang Jambi dihina, FJJ Desa Polisi Turun Tangan

Orang Jambi dihina, FJJ Desa Polisi Turun Tangan

HARIANSIBER.COM|JAMBI  – Forum Jurnalis Jambi (FJJ) menyesalkan adanya video TikTok viral yang berisikan menghina warga Jambi. Vidio yang berdurasi 10 detik itu mendapat kecamatan dari berbagai pihak.

Ketua Forum jurnalis Jambi Budi Harto Minggu (12/09/2021) menyayangkan kejadian itu ”
Saya sebagai warga Jambi sangat terhina, tidak elok berbicara seperti itu yang seharusnya tidak diucapkan untuk menghina seseorang, kelompok atau daerah,” kata Budi Harto.

“Kita mendesak aparat penegak hukum di Jambi untuk segera memproses pemilik akun tersebut, jika tidak dikhawatirkan akan menambah kegeraman warga Jambi,”

ketua FJJ juga meminta kepada pelaku agar meminta maaf di depan publik dan didepan Ketua Lembaga Adat serta tokoh masyarakat Jambi.

Karena provinsi Jambi merupakan negeri beradat,maka dari itu sebagai masyarakat Jambi kita tidak ingin sendi-sendi adat di Jambi di rusak /apalagi di hina oleh orang yang tidak beradab dan tidak bertanggungjawab.

“Kedepannya saya berharap, tidak ada lagi orang yang berbuat semaunya ,dan kita Sebagai orang Jambi seharusnya buat prestasi yang membanggakan untuk Jambi ,sambungya.

Sebelumya, vidio viral di akun tiktok menampilkan susana perkotaan dan terlihat gedung-gedung tinggi pencakar langit yang direkam dari sebuah ruangan.

Namun, dalam peralihan video selanjutnya, terlihat suasana tampilan di salah satu lokasi di Jambi. Tidak hanya itu, video tersebut juga diiringi sebuah musik. Tidak lama kemudian diikuti oleh suara seorang pria yang merekam tersebut.

Ironisnya, laki-laki perekam video tersebut, menyebutkan kalimat yang tidak pantas, tentang Jambi. Dia menyebut Jambi dengan nama hewan, “Jambi orang-orangnya kayak *A*I. Benar-benar *A*i”.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Wahyu Bram mengatakan, saat ini pihaknya telah menerima laporan tersebut.
pihaknya akan mendalami akun tersebut, dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Yang jelas kami akan cari pelaku, kami akan panggil dan tanyakan maksud dari postingan tersebut apa,” tandasnya.

Dia juga menambahkan, akibat postingan tersebut, tentunya banyak masyarakat Jambi yang tidak terima dan merasa terhina dengan perbuatan pelaku.

“Jadi wajar bila ada yang melaporkan atas perbuatan pelaku. Maka kami akan dalami motif dan tujuannya. Jadi segala sesuatu akan kami periksa,” ungkap Bram.

Akibat dari perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. “Pelaku ini dapat diancam 5 tahun penjara,” tegasnya mengakhiri.

(Aspin/Fjj)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )