Pembeli Lahan Terancam Terusir

1 min read

Hariansiber.com|Bintan-sepertinya persoalan lahan di provinsi Kepri ini seakan tiada habisnya. Silih berganti sengketa tanah menyeruak kepermukaan bahkan tak sedikit sampai ke ranah hukum. seperti yang dialami Yanti, demikian perempuan berkulit putih ini menyebut namanya. ia merupakan salah seorang pembeli lahan dijalan Tirta madu Km.18 Purwoasri Kijang. ukuran tanah 10×30 itu diharga To.30 juta yang dibelinya dari Budianto (almarhum)

menurut keterangannya, lahan yang dibelinya tersebut ditahun 2010 tiba-tiba diklaim sebagai lahan Fredy p. Ia sendiri membeli lahan itu lewat perantara ayahnya yang membantu memasarkan lahan Budianto yang sudah di kavling-kavling tersebut.

ia bahkan terancam terusir dari tanah yang dibelinya tersebut akibat gugatan dari Fredy p. secara psihik lahan itu sudah dibangun dan dijadikan tempat usaha, untuk penyambung hidup.

kemudian muncul lagi protes dari pembeli lahan yang bernama Istiadi. ia juga membeli lahan itu ditahun 2010 dan di kertas tanda bukti pembayaran kaplingan tanah tertera tanda tangan Fredy. P sebagai saksi beserta Senin sebagai saksi lainnya.

Fredy yang dikonfirmasi mengaku tanah tersebut memang kepunyaannya yang dibelinya dengan memakai AJB di notaris.

“Mohon maaf saya tidak kenal Budiono dan tanah itu memang saya punya dan saya beli pakai AJB di notaris”, singkatnya.

sayangnya Budianto sudah kembali kepada sang khalik untuk mempertanyakan kekuasaan Fredy ditanah yang sudah banyak terjual itu dan bagaimana nasib para pembeli yang membeli dengan cash money bukan daun bertahap tetapi lunas.

(Lanni Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *