Pemkab Way Kanan Perketat Protkes disaat Pelaksanaan Pilkakam

Pemkab Way Kanan Perketat Protkes disaat Pelaksanaan Pilkakam

Editor : Anton

HARIANSIBER.COM|Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar sosialisasi tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) serta himbauan Protokol Kesehatan (Prokes). Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG), Kabupaten setempat.Selasa (26/01/2021).

Dalam penyampaiannya, Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya (RAS) menjelaskan, Pilkakam rencananya akan diikuti oleh 85 Kampung yang ada di 15 Kecamatan.

Sebelumnya Pilkakam Gelombang pertama telah dilaksanakan pada tahun 2016, dan diikuti sebanyak 118 Kampung, setelah itu di tahun 2018 lalu, telah dilaksanakan pemilihan gelombang ke II yang diikuti oleh 18 Kampung.

Sementara untuk Pilkakam tahun 2021 merupakan pemilihan yang ditertunda pada tahun 2020 karena negara kita menghadapi pandemi Covid-19 hingga saat ini.

Setelah terbitnya Permendagri 72 tahun 2020 tentang Perubahan ke-2 atas Permendagri 112 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa, maka Pilkakam di Kabupaten Way Kanan tidak jauh berbeda dengan Pemilihan Kepala Daerah 9 Desember 2020 dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).”ungkapnya.

Penerapan Prokes mulai dilakukan dari tahapan persiapan, yaitu Pembentukan Panitia Pemilihan tingkat kampung oleh BPK, tahapan pencalonan yang meliputi kegiatan pendaftaran, pengambilan nomor urut dan Kampanye.

Sedangkan tahapan pemungutan suara serta tahapan pelantikan calon Kakam terpilih.
Diharapkan semua unsur baik dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Kampung serta Masyarakat dapat mensukseskan Pilkakam tahun 2021 dengan menerapkan Prokes.

Sehingga Pilkakam dapat terlaksana sesuai harapan, begitu pula usai pelaksanaan Pilkakam masyarakat diharapkan tetap dalam keadaan sehat.” kata Adipati.

RAS juga menjelaskan, berdasarkan Permendagri 72 yang diundangkan pada 1 Desember 2020 lalu, dan Pemerintah Daerah telah berusaha secepat mungkin melakukan penyesuaian regulasi perubahan Perbup agar Pilkakam Gelombang ke III dapat segera dilaksanakan.” jelasnya.

Advertisement

Ditambahkannya, namun apabila kenaikan kasus Covid-19 masih, maka tidak menutup kemungkinan Pemerintah Pusat akan melakukan penundaan terhadap Pilkakam di Kabupaten Way Kanan ini.

RAS juga mengingatkan pada segenap yang hadir dalam sosialisasi, agar dapat menyampaikan kepada masyarakat untuk menerapkan Protokol Kesehatan dalam kesehariannya juga saat pelaksanaan Pilkakam mendatang.

Selanjutnya perlu diketahui bersama, bahwa Pilkakam merupakan proses suksesi/pergantian kekuasaan karena ketentuan peraturan perundang-undangan, dimana jabatan kepala Kampung diatur masa jabatannya dan ketika berakhir masa jabatannya harus ada pergantian kekuasaan. Dan apabila belum saatnya dilaksanakan pemilihan, maka Bupati mengangkat Penjabat Kepala Kampung dari PNS Pemerintah Daerah setempat.

Pilkakam sebagai moment untuk memperkuat partisipasi masyarakat dan konsolidasi demokrasi. Sebab masyarakat mempunyai peran penting dalam menentukan arah kebijakan Pemerintahan Kampung sesuai kebutuhan masyarakat.

Kepala Kampung sebagai pimpinan penyelenggaraan Pemerintahan Kampung diharapkan menjadi figur yang peka terhadap segala sesuatu yang terjadi di masyarakat untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang adil, makmur dan sejahtera.

Pilkakam juga merupakan sarana pemersatu masyarakat bukan untuk memecah belah. Masyarakat sebagai subyek untuk menentukan figur pemimpin di Kampung dan bukan obyek yang mudah dipengaruhi, karena masyarakat punya akal pikiran dan hati nurani, jangan sampai mudah dipengaruhi dengan politik uang atau sesuatu yang sifatnya hanya sementara, sedangkan Kepala Kampung terpilih nantinya akan memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Kampung selama 6 (enam) tahun kedepan.” pungkasnya.

(Irawan/An)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )