Pengantin Wanita Menolak Menikah, Tokoh Adat Akan Menuntutnya Secara Hukum

Pengantin Wanita Menolak Menikah, Tokoh Adat Akan Menuntutnya Secara Hukum

Editor : Anton

HARIANSIBER.COM|Lampung Tengah – Bagaikan disambar petir di siang hari, ini yang dialami oleh Didi Saputra (20) warga Kampung Gunung Batin Baru Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah, pria yang masih berstatus perjaka (lajang) akan mempersunting Serli rama wati (16) warga Gunung Batin Udik Kecamatan setempat adalah gadis belia pujaan hatinya.

Diketahui, antara Didi dan Serli ini telah menjalin asmara cinta kurang lebih enam bulan dan akan dipersunting olehnya, namun tiba-tiba saja kekasih hatinya itu menolak untuk menikah dengannya. mirisnya lagi waktu resepsi pernikahan tinggal menghitung hari saja karena tinggal 4 hari lagi dan akan digelar dirumah kediaman mempelai pria calon suaminya.

Sesuai dengan tradisi Adat Lampung Pepadun, sang calon pengantin apabila sudah resmi meninggalkan rumah (Larian) maka dari pihak keluarga mempelai pengantin pria diharuskan menyelesaikan segala sesuatunya terkait adat Lampung yang tentunya dibahas secara bersama dengan para tokoh adat dari Penyimbang mereka masing masing, setelah semuanya diselesaikan maka pihak perempuan dalam masa Pingitan tinggal menunggu resepsi pernikahan saja.

Namun sangat di sayangkan bagaikan disambar petir di siang hari dengan tiba tiba saja Serli sang calon pengantinnya menolak untuk menikah dengan dirinya (Didi) tanpa ada alasan yang jelas.

Dengan adanya kejadian ini pihak Keluarga mempelai pria dan wanita mengadakan musyawarah khusus di Balai Kampung Gunung batin baru kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten setempat yang disaksikan oleh Sodikin selaku Kepala Kampung dan para tokoh adat yang ada di Kecamatan tersebut. Rabu (01/7/2020)

Menurut Didi, sang calon pengantin pria ini menyampaikan, dirinya telah menjalin hubungan asmara dengan Serli sang calon pengantinnya ini telah berjalan hampir 6 bulan, bahkan sang pujaan hatinya ini selalu ngajakin nikah dengan tradisi larian.Tapi kenapa setelah dipinang tiba tiba saja sang calon pengantin ini menolak untuk menikah dengannya dan minta dijemput pulang oleh keluarganya.

Sementara ini status dirinya, lanjut Didi, saat ini masih berstatus perjaka (lajang) dan belum pernah menikah.”ujar Didi, kepada hariansiber.com,.rabu (01/7/2020).

Dengan kejadian ini, lanjut Didi keluarga besar merasa kecewa dan dilecehkan baik secara moral maupun fininsial dan kami akan menuntutnya secara Hukum Adat dan Negara.,”ucap Didi.

Sementara itu Kepala Kampung Gunung Batin Baru, Sodikin berharap, musywarah ini bisa menghasilkan titik temu yang baik dengan mempertimbangkan kebaikan dari Keluarga Besar kedua belah pihak tentunya.

Karena bagaimanapun juga, sambung Sodikin, status Didi baik dimata Hukum Adat dan Agama juga Negara masih berstatus Perjaka dan belum pernah menikah.” tutur Sodikin.

Senada disampai juga oleh Lukman selaku tokoh Adat dan Agama setempat menyampaikan, apa bila dalam permasalahan ini tidak ada penyelesaian secara baik maka kami akan menuntutnya secara Hukum Adat dan Hukum Negara yang berlaku di Indonesia.” ungkap Lukman.

(Mediyan)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )