Penolakan Perthashop, Sarifuddin Pertanyakan Penolakan Warga

1 min read

Hariansiber.com|Tanjungpinang-Terkait Pembangunan Perthashop di tanah kuning RT 001 RW 009 kelurahan Kijang, Bintan timur (bintim) oleh Sarifuddin sempat mendapat penolakan warga dengan membuat surat penolakan serta ditandatangani oleh 18 orang warga.

Bahkan pemberitaan di media massa terkait hal tersebut dirasa sangat memojokkan Sarifuddin atau yang akrab disapa Udin.

“Pemberitaan itu sangat menyudutkan kami karena tidak ada dikonfirmasi dengan kami,” katanya.

Hal ini pun diperkuat oleh Tengku Azhar selaku jubir yang mendampingi Udin kepada awak media. “Terkait berita yang berkembang pihak kami sangat terzholimi”, imbuhnya.

Penolakan 18 warga itu sendiri pada dasarnya terkait pembangunan perthashop tersebut yang disebut dekat dengan permukiman warga. Dan tidak ada jaminan keselamatan jika terjadi resiko accident.

Menurut Udin, ia membangun perthashop tersebut sudah mengantongi 15 item yang ditentukan oleh Pertamina.

“Kalau dibilang dekat dengan pemukiman saya memang sudah 10 tahun tinggal disitu. Dan kita sudah tembok sekeliling tempat usaha kita,” jelasnya.

Ditambahkan Tengku pihaknya juga sudah mencoba berkomunikasi dengan para penolak lewat undangan dan duduk bersama stake holder pihak kelurahan dan kecamatan pada 4 Maret lalu tetapi tidak ditanggapi.

“Ini yang patut kita pertanyakan, ada apa, kita ajak bertemu tetapi tidak datang”, tukas Tengku lagi.

Melihat realita ini terkesan ada monopoli usaha pertashop oleh oknum pengusaha yang tidak mau bidang usahanya di saingi oleh orang lain sekalipun putra daerah sendiri.

(Lani Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.