Peringati Hari Pemberontakan PETA, Sri Untari Bisowarno Kolaborasikan Seniman Lukis dan Perkusi di Istana Gebang Kota Blitar

3 min read

Aris Dedi Arman dari Fraksi PDI Perjuangan Kota Blitar (kiri) bersama Sonny Y, seniman spesialis Bung Karno di kegiatan kolabarosi seni yang didukung Sri Untari Bisowarno di Istana Gebang Kota Blitar.

HARIANSIBER.COM|BLITAR – Seniman lukis dan musik perkusi berkumpul di dapur belakang Istana Gebang Kota Blitar berkolaborasi menyalurkan jiwa seni, Sabtu (19/2/2022). Dalam rangka menggelorakan semangat perjuangan Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) pada generasi muda melalui kegiatan kreatif dalam bidang seni.

Mereka tampak asyik menggoreskan tinta di kanvas ditemani alunan musik perkusi bertemakan lagu-lagu tema perjuangan. Melukiskan karya potret perjuangan peta, pahlawan Supriyadi dan Proklamator Bung Karno. Hingga membuat takjub wisatawan yang mengunjungi lorong-lorong rumah masa kecil Bung Karno tersebut.

Sri Untari Bisowarno menjadi sosok yang mendukung kolaborasi istimewa antar seniman itu. Politisi PDI Perjuangan itu ingin di momen hari pemberontakan PETA yang jatuh pada 14 Februari menjadi Hari Cinta Tanah Air, dan ada sebuah kegiatan di rumah masa kecil Bung Karno yang menyimpan cerita di balik hari bersejarah ini.

“Kegiatan hari ini didukung oleh Ibu Untari sebagai Sekjen DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Kita bersama para pelukis spesialis Bung Karno yang diwakili Mas Sonny ingin membangkitkan semangat generasi muda mempelajari sejarah bangsa melalui seni,” ungkap Aris Dedi Arman, anggota fraksi PDI Perjuangan Kota Blitar.

Aris sebagai sesama anggota PDI Perjuangan turut mendukung langkah Sri Untari yang peduli dengan para seniman lukis. Menurutnya, melalui seni, menjadi cara yang efektif untuk mengenalkan sejarah pada generasi muda atau generasi milenial.

“Kalau kita di Blitar sendiri ada dua tokoh sejarah yang kita kenal ada Soekarno dan Supriyadi. Sosok beliau ini lah yang harus ditiru generasi muda, bagaimana semangat beliau dalam menjaga kebhinekaan dan ideologi Pancasila. Sehingga di hati pemuda kita tidak mudah terbawa aliran-aliran yang tidak sejalan dengan Pancasila yang memecah belah bangsa,” urainya.

Lanjut Aris, ke depan PDI Perjuangan berupaya memberikan wadah bagi para seniman spesialis pahlawan dari Kota Blitar. Agar seniman bisa mengembangkan kreativitasnya secara maksimal. Nantinya menghasilkan karya seni bernilai tinggi dan menjadi barang tentu juga akan mendongkrak kesejahteraan dari para seniman.

“Untuk sementara ini seniman biasa kumpul diskusi dan berkreasi bersama di dapur belakang Istana Gebang. Kedepan bisa kita usulkan membangun semacam galeri dimana seniman lukis bisa kumpul dan memajang karya mereka. Keberadaan Bu Untari yang juga Sekjen DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan membantu aspirasi ini sampai pemerintah provinsi untuk mengucurkan bantuan,” harapnya.

Di tempat itu, Seniman Spesialis Pelukis Bung Karno, Sonny Yulianto mengharapkan dukungan pada seniman peduli pada sejarah bisa terus berlanjut. Pria yang memiliki grup pelukis Banyu Langit ini mempunyai ide-ide untuk mengenalkan sejarah pada generasi muda dengan seni.

 

“Terima kasih pada Bu Untari yang telah memberikan kepedulian dengan membantu kegiatan kolaborasi antara seni lukis dan musik hari ini. Ini sebuah dukungan yang bagus yang tentunya kita harapkan bisa terus berlanjut kedepan,” ucapnya.

Di hari pemberontakan PETA kali ini di 14 Februari kemarin, Sonny memberikan karyanya untuk Kodim 0808 dan malamnya berkarya lagi di drama kolosal yang digelar di depan monumen PETA. Kedepan ia ingin di hari besar bersejarah lain bisa ikut berkontribusi, sebagai bentuk apresiasi pada seniman lukis yang saat ini masih kurang mendapatkan apresiasi.

“Kalau kegiatan kita hari ini melukis di dapur belakang istana gebang juga ada ceritanya. Dulu Supriyadi mendatangi Bung Karno izin sebelum memberontak ke Jepang ketemunya ya di dapur Istana Gebang. Karena dulu antara markas Supriyadi ke Istana Gebang masih belum ada temboknya seperti sekarang dan hanya pekarangan saja. Cerita seperti inilah yang ingin kita kenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan seni kita,” gagas Sonny.

 

Para seniman melukis bersamaan dengan musik perkusi mengiringi dengan lagu tema sejarah di dapur belakang Istana Gebang.

 

Penulis : Meidian Dona Doni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.