PJ. Ohoi Elat Pastikan Pembagian BLT, Jujur dan Transparan

PJ. Ohoi Elat Pastikan Pembagian BLT, Jujur dan Transparan

Tual HarianSiber, Pemerintah Ohoi Ellat memastikan transparansi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa terus diawasi langsung oleh publik.ungkap Pj’ Kepala Ohoi Elat Amirudin Suat’

Sudah dijelaskan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar telah menegaskan segala proses BLT Dana Desa berprinsip ‘dari desa, oleh desa, dan untuk desa’ juga bisa diawasi bersama’ itulah dasar yg menjadi acuan kita’tegas suat

“Proses penentuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa itu berjenjang dan melibatkan banyak orang. Pendataan itu dilakukan oleh Relawan Desa Lawan Covid-19 sebanyak tiga orang Ini dilakukan agar ada kesepakatan dan musyawarah untuk menentukan kelayakan KPM,”ungkapnya

Kemudian, daftar yang dikumpulkan dibawa ke tingkat Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) ohoi elat untuk menentukan KPM di tingkat desa.” Kita buktikaan kinerja tim data agar menjadi kepuasan warga setempat” ungkap dia’

Hasil Musdesus ohoi elat tertanggal 12 mei 2020 tersebut menghasilkan 139 orang penerima BLT & nama nama tersebut kita transparansi dan meminta persetujuan semua msyarakat mana yang berhak untuk mendapakakan bantuan BLT

“DATA TERSEBUT SETELAH DI TETAPKAN, KITA serahkan ke tingkat Kabupaten/Kota untuk dilakukan sinkronisasi data agar tdk terjadi tumpang tindih dan atau pendobolan nama dan buktinya ditemukan pendobolan SATU nama dan KAMI CORET sehingga menjadi berkurang rang sebnyak 138 penerima BLT” Tuturnya

“Muncul bantuan BST dari PT KANTOR POS ELAT TERSEBUT juga TERDAPAT PENDOBOLAN NAMA DALAM DATA BLT yang TERTUANG DALAM MUSDESUS TERTANGGAL 12 MEI 2020. Olehnya itu, kami rubah dan kami ganti dengan masyarakat yang belum dapat bantuan BLT dengan tujuan agar semua masyarakat ohoi elat dapat merasakan bantuan Tersebut.” Jelasnya.

“Perubahan dan pergantian nama penerima bantuan akan dilakukan lewat musdesus agar dapat menjadi dasar hukum kita dalam pendataan

BLT Dana Desa merupakan bagian penting, pasalnya terkait dampak ekonomi akibat wabah covid-19. BLT Dana Desa ini, setiap KPM (Keluarga Penerima Manfaat) akan mendapatkan Rp600.000 per bulan selama tiga bulan yakni Bulan April, Mei, dan Juni

Ohoi elat akan melakukan penyalurann tahap pertama sebesar Rp 600.000 ×138 Org dan menghabiskan anggaran sebesar RP’ 248.400.000, JIKA ADA PENAMBAHAN 3 BLN LAGI SEBESAR 300.000 SELAMA 3 BLN MENDATANG MAKA DI KALIKAN LAGI 300.000 ×138 = 124.200.000, Jadi total keseluruhan biaya tersebut sebesar Rp’ 372’600.000 “ungkap suat

Sasaran penerimanya adalah keluarga miskin yang namanya tidak terdaftar pada (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Rumah tangga yang masuk kriteria, di antaranya kehilangan mata pencaharian; belum terdata; serta memiliki anggota keluarga yang rentan sakit menahun (kronis).ungkap suat
Metode perhitungan tersebut menjadi barometer kita untuk menyesuaikan dgn ADD sebesar Rp’ 710.006.000.00 di potong 25% persen dari dana ADD maka totalx sebesar Rp’ 240 juta lebih ‘ungkapnnya

Proses pengumpulan data hingga penetapannya dalam musyawarah desa dilaksanakan secara terbuka. Daftar penerima BLT Dana Desa juga ditempelkan di balai desa sehingga mudah diakses oleh warga desa.

Untuk mempercepat penyaluran BLT Dana Desa kepada keluarga miskin yang berhak, penyaluran secara tunai juga disaksikan oleh banyak pihak di balai desa.

Bahwa Pemerintah akan memperpanjang program pemberian bantuan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi virus corona hingga Desember 2020.

Lewat Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut besaran bansos tersebut akan turun menjadi Rp 300 ribu per bulan dari saat ini Rp 600 ribu per bulan’ mudah mudahan dengan adanya perpanjangan bantuan tersebut dapat menjawab kehidupan masyarakat Ohoi Elat ke depan (tim)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )