Pol Airud. Polda Kalteng Usir Awak Media…?

2 min read

Buntok, hariansiber.com – Beberapa awak media turun ke Rumah terapung milik Hj.Dewi untuk mendapatkan berita terkait dengan adanya dugaan salah satu Chapt tog boat yang bernama Lambung Bahar 29 yang di perisa, Selasa(7/6)

“namun sangat disayangkan rupanya pihak Pol Airud dengar cara arogan mengusir para awak media yang datang untuk mendapatkan pemberitaan yang tentunya berimbang, karena mereka melakukan pemeriksaan terhadap Awak Tugboat di Rumah terapung dan tidak di tempat khusus bagai mana layaknya petugas melakukan pemeriksaan terhadap seorang terduga.

“Padahal awak media sudah mencoba mencari dimana tempat pemeriksaan mereka namun tidak menemukan, hingga menengok ke speedboat mereka ternyata disitu tidak ada mereka juga.

“saya selaku awak media metrobatam.com merasa keberatan atas terjadinya pengusiran tersebut oleh pihak Polairud karena menurut saya mereka juga telah melanggar aturan perUndang-Undangan seperti UU No.2 Tahun 2002 dan PP No.2 Tahun 2003, bahwa mereka sebagai pengayom,pelayan, serta pelindung.
didalam menghadapi Masyarakat atau siapa saja mereka mestinya mengenakan baju lengkap dan rapi, hal itu tidak ada pada mereka saat kami turun ke lokasi dimana mereka bertugas.

“saat oknum Polairud meminta kami untuk pergi, saya mengatakan bahwa anda telah melanggar UU Pers No.40 Tahun 1999 Pasal 18 dirinya menjawab tidak perduli dengan emosi.

“padahal kedatang kami pun baik untuk mendapatkan bahan berita yang tentunya berimbang, terkait yang dia katakan bahwa pimpinannya tidak berada di tempat setidaknya mereka dapat mewakili pimpinannya memberikan staefmant nya, dan sekaligus juga kami rencananya ingin mewawancarai pihak dari Tugboat, agar supaya berita yang media kami sajikan menjadi berimbang dan Balan.

“tempat kerja mereka saja terkesan tidak pantas karena melakukan pemeriksaan di tempat Umum/ tempat orang berjualan BBM.

“lalu saya juga meminta ijin untuk mengambil photo kata tidak boleh, seolah-olah ada hal yang di sembunyikan didalam tugas mereka.

“andai mereka melakukan pemeriksaan yang bersifat tidak dapat di espos kenapa memeriksa terduga diluar ruang ya boleh dikatakan di tempat Umum, karena tempat itu adalah tepat orang berjualan, bukan pos Atau kantor mereka.

“dengan adanya pemberitaan ini saya berharap kepada Pimpinan Polri Wilayah Kalimantan Tengah, atau Mabespolri dapat menindak tegas Anggota-Anggotanya yang seperti ini, agar didalam menjalankan tugasnya sesuai dengan UU No.2 Tahun 2002 dan PP No.2 Tahun 2003, berprilaku sopan serta selalu berpakaian rapi sebagaimana layaknya dia sebagai anggota Polri yang bertugas melayani masyarakat, kalau dia Intel berpakaian preman tidak masalah untuk melindungi tugasnya sebagai Intel.

hariansiber.com.

Nanang Suhaimi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.