Program PTSL Tahun 2018 Belum Selesai, Kinerja Ka Kan ATR/BPN Karawang Diragukan

Program PTSL Tahun 2018 Belum Selesai, Kinerja Ka Kan ATR/BPN Karawang Diragukan

Karawang, hariansiber.com – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) program pemerintah pusat bahkan program Jokowi, ternyata dalam pelaksanaannya di Badan Pertanahan (BPN) Karawang dalam pembuatan sertifikat diduga lambat karena Program PTSL tahun 2018 lalu masih ada sertifikat warga yang belum selesai, Jumat (10/07/20)

Otang Rohidin bagian Perencanaan, Evaluasi dan Laporan di Kantor ATR/BPN Karawang mengatakan bahwa masih ada sertifikat milik warga yang belum jadi melalui program PTSL tahun 2018 hingga kini, adapun alasannya masih dalam proses penyelesaian.

“belum ya belum semua. Memang masih dalam proses penyelesaian” kata Otang, saat di wawancara di ruangan kerjanya kantor ATR/BPN Karawang di Jalan Ahmad Yani Karawang, Kamis (09/07/20).

Lanjutnya dalam pembuatan sertfikat program PTSL tahun 2018 tidak ada kendala apapun, napun faktanya ia mengakui masih ada sertifikat masyarakat yang belum jadi melalui program pemerintah di tahun 2018 “ya dalam proses tidak ada kendala cuman masih dalam proses penyelesaian” ungkapnya.

Saat disinggung soal sertifikat masyarakat yang belum selesai melalui program PTSL ditahun 2018 yang ditambah lagi program PTSL tahun 2019 dan ditambah lagi yang tahun 2020, menurutnya memang sudah menjadi resiko

“ya memang resikonya, kan kerja terus berlanjut, kalau target satu tahun anggaran ya untuk pembiayaan tapi untuk penyelesaian bisa saja nyebrang tahun untuk pelaksanaannya.

sementara ditahun lalu Presiden Republik Indonesia Jokowidodo kembali memberi target pada 2018 agar BPN mengeluarkan sertifikat sebanyak 7 juta lembar. target tersebut terlampaui dengan dicetaknya 9,4 juta sertifikat.

“Kantor BPN mungkin kinerjanya pagi siang malam, enggak apa-apa, memang melayani masyarakat seperti itu,” kata Jokowi dikutip dari CNN Indonesia, Kamis, 14/03/2019.

Laporan: Daman Huri

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )