RAPOR MERAH DINAS KOMINFO GROBOGAN DALAM SETAHUN MENGAKOMODIR KEBERADAAN WARTAWAN

2 min read

GROBOGAN ( Jawa Tengah ) , hariansiber.com – Keberadaan para awak media dari berbagai Redaksi baik media online ,cetak dan elektronik khususnya di kabupaten Grobogan Jawa Tengah kini mulai terasa seperti ada wartawan kandung dan wartawan tiri . Bagaimana tidak , dari jumlah keseluruhan wartawan yang ada di kabupaten Grobogan 30 % mendapatkan perlakuan khusus dari pemerintah daerah dalam moment – moment tertentu . Hal ini di duga karena pemerintah kabupaten melalui dinas komunikasi dan informatika atau DISKOMINFO setempat , dalam mengakomodir keberadaan wartawan di Grobogan tanpa melalui sistem yang jelas dan terkesan asal – asalan.

Adanya tebang pilih pemerintah Grobogan dalam mengakomodir keberadaan wartawan ,sebelumnya sudah terjadi di humas pemerintah daerah. Dan kini hal yang samapun di lakukan oleh Dinas KOMINFO . Progres sama sekali tidak terlihat dari Dinas KOMINFO dalam melakukan evaluasi sejak tahun 2021 lalu . Melalui Kepala bidang pengelolaan informasi dan komunikasi publik Dra.Herlina membantah adanya tudingan tanpa sistem yang jelas dalam mengakomodir keberadaan wartawan.

” Semenjak kami di berikan tugas oleh Pemkab untuk mengakomodir keberadaan wartawan , dalam setahun ini kami memfokuskan untuk mengevaluasi media cetak terlebih dahulu dengan melakukan kroscek ke kantor redaksi Suara merdeka dan Lingkar Jateng .” Terangnya . Senin ( 25/04/2022 )

photo : Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. GroboganĀ 

Tidak hanya mendata secara asal-asalan saja ,
Satu hal yang patut di sayangkan dari Dinas Kominfo adalah masih mengakomodir keberadaan salah satu wartawan media cetak , meski saat ini sudah tidak lagi bertugas di kabupaten Grobogan.

Kebijakan pemerintah kabupaten Grobogan melalui dinas Kominfo yang mengakomodir keberadaan wartawan yang syarat dengan dugaan like and dislike ini juga di rasakan beberapa wartawan senior seperti Joko Widodo dari media online inspirasiline.com . Joko Widodo yang selama ini aktif di tugas jurnalistiknya pun hanya di pandang sebelah mata oleh Dinas Kominfo.

” Selama ini saya selalu aktif untuk liputan kegiatan yang positif dari pemerintah kabupaten Grobogan , tapi ya dari Kominfo juga masih belum mau mengakomodir saya , bahkan sayapun pernah mengeluhkan hal yang di lakukan kominfo ke bapak wakil Bupati.” Keluhnya.

Sepertinya kebijakan pemerintah kabupaten Grobogan dalam mengakomodir keberadaan wartawan yang asal – asalan tersebut , berpotensi menjadi bola api apabila tidak segera di lakukan evaluasi. REDĀ 

Penulis : Suwarno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.