HARIAN SIBER

Pusat Informasi Cyber

Resun Muda Menjadi Juara di Turnamen Mini Soccer U-15 Desa Mepar

HARIANSIBER.COM|Lingga – Camat Lingga Abdul Malik sekaligus mewakili Bupati Lingga, Muhammad Nizar, S.Sos. sekaligus menutup Turnamen di Desa Mepar.

Acara penutupan semakin meriah dengan hadirnya berbagai pejabat daerah, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Lingga, Pokyong Kadir, Yanuar dan Yudi Saputra, Kabag Prokopim Kabupaten Lingga, Widi Satoto, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, Ketua BPD dan anggota, Ketua TP-PKK Desa Mepar, tokoh masyarakat serta para undangan lainnya.

Turnamen ini menjadi salah satu ajang pembinaan anak muda yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat.

Turnamen yang diikuti 32 tim se-Kabupaten Lingga ini akhirnya mempertemukan Tim Resun dan Tim Daik Junior di partai final.

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Tim Resun berhasil keluar sebagai juara dan mendapatkan Rp 8 juta, Medali, Piagam, Piala serta Maskot meriam Desa Mepar.

Juara 2: Tim Daik Junior

Hadiah: Rp 6 juta, medali, piagam, piala, dan maskot meriam

Juara 3: Tim Musai Junior

Hadiah: Rp 4 juta, medali, piagam, piala, dan maskot meriam

Juara 4: Piatu FC

Hadiah: Rp 2 juta, piala, piagam penghargaan, dan maskot meriam

Dalam sambutannya, Camat Lingga, Abdul Malik menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Lingga.

Ia juga menyampaikan titipan salam dan pesan agar para peserta dan masyarakat menjaga kekompakan dan kebersamaan, terutama dalam kegiatan olahraga dan kepemudaan.

Sementara itu, Kepala Desa Mepar, Faif Sundoyo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, peserta, dan seluruh tamu undangan

“Mudah-mudahan dengan adanya turnamen ini lahir bibit-bibit baru pesepak bola di Kabupaten Lingga,ujarnya.

Kepala Desa Mepar yang akrap di sapa handoyo ini menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat karena tingginya antusiasme warga yang hadir dan berpartisipasi.

Salah satu yang menarik dalam turnamen ini adalah pemberian maskot meriam bagi para juara.

Maskot tersebut merupakan miniatur meriam khas Desa Mepar, yang dipilih sebagai bentuk promosi dan upaya mengenalkan kepada publik bahwa Desa Mepar adalah desa wisata sejarah.

Desa Mepar dikenal memiliki banyak benteng dan peninggalan sejarah, sehingga turnamen ini sekaligus menjadi media promosi wisata lokal,ujarnya.

(HS/Rusli)

 

 

 

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *