RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Rayakan HUT-36 Dengan Kepedulian Pada Warga Terdampak Covid-19

RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Rayakan HUT-36 Dengan Kepedulian Pada Warga Terdampak Covid-19

HARIANSIBER.COM|BLITAR- Peringatan HUT Ke-36 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo dilakukan dengan cara sederhana, yang jatuh pada Senin (13/4/2020) kemarin. Jajaran direksi, pegawai, staf hingga karyawan merayakannya dengan tumpengan.

Peringatan itu diawali dengan Bersama seluruh pegawai RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr Endah Woro Utami memimpin langsung upacara tersebut.

Di tengah pandemi coronavirus disease (Covid-19) ini, dia mengajak seluruh jajaran direksi, tenaga medis, pegawai hingga staf untuk bersama-sama bahu membahu dalam melawan wabah yang menyebar cepat.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr Endah Woro Utami mengatakan, peringatan HUT Ke-36 ini menjadi momen berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tahun ini Indonesia tengah dilanda wabah virus yang berkembang begitu cepat. “Meskipun begitu, kita tetap harus bersyukut kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena pada perayaan HUT kali ini masih diberikan kesehatan. Mari kita lakukan dari kesederhanaan dan saling peduli terhadap sesama,” ungkapnya.

Pada HUT kali ini tema yang diambil yakni ‘Kita Bangun Kebersamaan dan·Kepedulian Menuju Kabupaten Blitar Bebas Covid-19’. Melalui tema tersebut, dia mengajak seluruh jajarannya peduli terhadap warga terdampak pandemi Covid-19.

Masa pandemi ini menjadi momen penting untuk·meningkatkan kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Antara satu dengan yang lain harus saling ada rasa peduli dan tolong-menolong. “Selain itu, kita juga wajib saling mengingatkan kepada pasien maupun masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah agar terhindar dari virus korona,” jelasnya.

Teruntuk kepada tenaga medis yang menangani pasien Covid – 19, menurut dia, mereka telah menjadi garda terdepan dalam menangani pasien terjangkit. Untuk itu, sangat penting bagi tenaga medis untuk menaati protokol kesehatan dengan selalu menggunakan piranti APD lengkap. “Kita tahu tidak sedikit petugas kesehatan yang gugur. Maka itu, kita semua harus jaga kesehatan. Tidak hanya petugas kesehatan tapi juga keseluruhan,” tegas perempuan ramah ini.

Pada kesempatan itu, rumah sakit yang terletak di Kecamatan Wlingi itu memberikan bantuan sembako secara simbolis kepada keluarga pasien. Bantuan itu merupakan hasil donasi dari para pegawai RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Mereka menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu keluarga pasien dan juga sejumlah warga terdampak Covid-19 lainnya. Bantuan yang terkumpul itu akan diberikan secara bertahap untuk beberapa hari ke depan.

Saat ini RSUD Ngudi Waluyo Wlingi telah menjadi rumah, sakit rujukan penanganan pasien Covid-19. Sejumlah tenaga medis sarana dan prasarana (sarpras) sudah disiapkan secara matang. Termasuk perlengkapan APD bagi tenaga medis.

Untuk sarpras, ada 22 unit ruang isolasi. Ruang itu terbagi di dua lokasi yang berbeda. Rumah sakit bahkan berencana untuk menambah ruang lagi mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19. Mengingat jumlah kasus Covid-19 terus bertambah. “Semoga tidak terjadi di Blitar. Semua aman dan sehat,” harapnya. (Meidian Dona Doni)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )