Rupanya Oknum Yang Ngaku Wartawan Itu Sudah Tiga Kali Meras Penjabat DPRD

Hariansiber.com, Tanjungpinang – Polres Tanjungpinang melaksanakan konfrensi Pers  kasus dugaan pemerasan terhadap pelapor Kabag Humas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau Benito Masura   yang mengaku diperas oleh dua Oknum wartawan, kamis(17/1) siang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi menjelaskan, dalam tahun 2018 terlapor IR mendatangi Pelapor di Kantor Sekretariat DPRD Kepri. Kemudian terlapor IR memberitahukan kepada Pelapor bahwa ada kecurangan yang terjadi di dalam kantor tempat pelapor bekerja dengan membawa surat dari LSM KPK yang berisikan kecurangan tersebut.

IR dan AL yang Ngaku Wartawan

Selanjutnya, terlapor IR meminta uang sebesar Rp.300.000.000 dengan cara mengancam akan menaikkan berita atas kecurangan tersebut apabila uang yang diminta tidak diberikan.

Lalu, pelapor meminta waktu untuk melaoprkan kepada pimpinan. Kemudian pada bulan juli 2018 Pelapor memberikan uang sebesar Rp. 10.000.000 kepada terlapor IR di salah satu tempat karoke keluarga di Km 9 Tanjungpinang.

“Selanjutnya IR menghubungi kembali staf pelapor untuk meminta uang sebesar Rp 50.000.000 agar diberikan kepadanya. Setelah itu staf pelapor memberitahukan kepada pelapor tentang hal tersebut dan sekira pukuk 13.00 wib terlapor AL yang merupakan karyawan dari terlapor IR datang untuk mengambil uang sebesar Rp 50.000.000 tersebut dengan tidak akan membuat berita yang menjatuhkan kantor tempat bekerjanya pelapor,” terangnya.

Kapolres membeberkan, pada hari Senin 14 Januari 2019 terlapor membuat berita yang berjudul “Hamidi : Saya Pening Dana Publikasi Dihabisi Benito”. Pada hari Selasa tanggal 15 Januari 2019 Pelapor mengkonfirmasi berita tersebut kepada IR dan AL agar menarik berita tersebut.

“Akan tetapi AL dan IR mengatakan “Kalau mau berita ditarik saya mau uang rp 80 juta” dan staf pelapor menjawab kami cuma punya Rp 20. Juta. Kemudian terlapor AR dan IR mengatakan tidak bisa kalau begitu beritanya tidak akan ditarik kemudian AR dan IR kembali berkata ” ya sudah kalau begitu Rp. 50 juta saja” lalu staf pelapor berkata  bahwa “saya tidak bisa berikan keputusan, karena saya harus melaporkan kepada Kabag dulu,” sebut orang nomor satu di Kepolisian Tanjungpinang ini.

Pada hari yang sama, Kapolres melanjutkan, sekitar pukul 16.00 Wib pelapor menelfon AL dan IR dan mengabarkan bahwa uangnya sudah ada sebesar Rp 50 juta dan ketemuan di parkiran basement hotel CK saja” dan terlapor menjawab “siap bang, saya langsung kesana”.

“Pada saat pelapor berjumpa dengan terlapor, pelapor pun memberikan uang kepada terlapor sebesar Rp 50 juta yang dimasukan kedalam amplop warna coklat,” ungkap Kapolres saat menceritakan kronologi kejadian.

Setelah adanya laporan dari pelapor kepada pihak kepolisian terkait kejadian dugaan pemerasan tersebut lalu anggota satreskrim Polres Tanjungpinang melakukan penyelidikan terjadap informasi tersebut dan didapati bahwa benar adanya pemerasan yang terjadi pada saat itu dilakukan oleh dua orang pelaku yaitu AL dan IR.

“Sekarang kedua orang pelaku diamankan di kantor Satreskrim Polres Tanjungpinang guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dan telah Melanggar Pasal 368 KUHP dan Atau 369 KUHP JO Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukumam paling lama 9 tahun penjara.

Penulis : Boedi

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )