Sat-Reskrim Polres Lampura Amankan 104 Potong Kayu Balak

Sat-Reskrim Polres Lampura Amankan 104 Potong Kayu Balak



HARIANSIBER.COM|Lampung Utara – Sat-Reskrim Polres Lampura berhasil mengamankan sebanyak 104 potongan batang kayu bulat jenis Snorkling, ini disampaikan melalui Konferensi Pers tentang Pengungkapan Kasus Ilegal Loging oleh Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono S.IK melalui Kasat Reskrim AKP.M.Hendrik Apriliyanto S.IK.
Selasa (21/1/2020)

Dalam pemaparannya, terduga pelaku Jubaidi (40) merupakan warga Desa Sri Menanti RT/RW 001/002 Kecamatan Tanjung Raja itu ditangkap saat sedang mengemudikan kendaraan truk Mitsubishi Colt Diesel warna hijau dengan No.pol R 1962 DM bersama seorang kernet Teguh Oktavianto pada hari rabu 1 Januari 2020 sekira pukul 03.25 Wib.

Keduanya ditangkap saat sedang melintasi jalan Dusun Karang Sambung Desa Beringin Kecamatan Tanjung Raja dengan tujuan Desa Cahaya Negeri. Petugas dari Dinas Kehutanan Provinsi Lampung yang bergabung dengan anggota Polres Lampura, merasa curiga dengan isi angkutan kendaraan tersebut.

Setelah kita buntuti dan dihentikan, ternyata isi muatan kendaraan tersebut adalah kayu jenis snorkling, diduga hasil dari Pembalakan liar. Saat ditanya tentang Dokumen surat, pengemudi hanya menunjukan Copy surat jalan yg di keluarkan oleh Kepala Kampung Bumi Setia Kecamatan Seputih Mataram Lampung Tengah tertanggal 26 Juli 2019.

Setelah kita lakukan cek dilapangan, terdapat ada bekas dan barang bukti Pembalakan liar di hutan Register 34 di Tanjung raja,” papar Kasat.

Selanjutnya, terduga pelaku dan seorang kernet berikut barang bukti berupa 1 (satu) unit kendaraan jenis truck Mitsubishi colt diesel 125PS No.pol R 1962 DM warna hijau,
104 Kayu bulat Snorkling berbagai ukuran,
coppy Surat keterangan jalan dari Kepala Kampung tertanggal 26 Juli 2019, kita bawa dan amankan di Mapolres Lampung Utara guna proses penyidikan,” terang Kasat.

Diduga pelaku melanggar tindak pidana Pencegahan dan Pemberantasan Pengerusakan hutan, berupa orang Perseorangan yang dengan sengaja mengangkut hasil Penebangan dikawasan hutan tanpa ijin dan atau orang perseorangan yang dengan sengaja melakukan pengangkutan kayu hasil hutan tanpa memilki Dokumen yang merupakan Surat Keterangan sah hasil hutan.

Menurut Ketentuan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana yang dimaksud pasal 83 ayat 1 huruf A undang-undang nomor 18 tahun tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan hutan dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun, maksimal 5 tahun serta Pidana denda paling sedikit 500 juta rupiah dan paling banyak 2,5 milliar,” Pungkas AKP.M.Hendrik.

Laporan : HS – Anton

Editor     : HS – Rizky A Sony

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )