Satker Dan PPK ‘Memanjakan’ Kontraktor.Terkait Hasil Perbaikan Jalan Nasional Yang Di Duga Menggunakan Sirtu Bercampur Batu Bundar

Satker Dan PPK ‘Memanjakan’ Kontraktor.Terkait Hasil Perbaikan Jalan Nasional Yang Di Duga Menggunakan Sirtu Bercampur Batu Bundar

Hariansiber.com|Palu – Proyek Pemeliharaan dan peningkatan jalan nasional ruas Toboli-Ampibabo-Sinei-Tinombo Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi tengah. Dengan pagu anggaran tahun 2019, kurang lebih sekitar Rp.25.088.277.000,00,- yang di kerjakan oleh PT.Vertikal Tiara Manunggal di duga hasil pekerjaannya tidak sesuai spek.

Proyek tersebut baru beberapa bulan selesai di kerjakan oleh PT.Vertikal Tiara Manunggal telah tampak kerusakan-nya yang cukup parah, bahkan di beberapa titik telah berlubang yang cukup dalam dan besar mirip seperti kubangan kerbau.

Dan pihak PT.Vertikal Tiara Manunggal telah melakukan perbaikan atas kerusakan hasil pekerjaan tersebut pada beberapa pekan lalu. Lagi-lagi hasil perbaikan yang di lakukan oleh PT.Vertikal Tiara Manunggal terkesan sangat mengecewakan bagi pengguna jalan, betapa tidak yang semestinya di lakukan pembongkaran dan pergantian agregat subbase kelas A karna kondisi jalannya hancur, namun ternyata perbaikan tersebut di duga hanya di lakukan penimbunan lubang-lubang dengan sirtu yang memiliki campuran batu bundar, dan material yang bercampur batu bundar tersebut bisa jadi dapat mengancam nyawa pengguna kenderaan bermotor.

Menanggapi hal tersebut, sala satu pengguna jalan yang enggan di korankan namanya ketika di mintai tanggapannya pada (12/08) mengatakan, kalau hanya menggunakan material timbunan biasa seperti ini, jangankan hanya dua tahun masa pemeliharaannya, 10 tahun juga bisa, dengan hasil pekerjaan tersebut ada kesan Pihak PPK dan Satker “Memanjakan” kontraktor

Lanjut kata sumber, kami yakin kalau hanya di lakukan penimbunan biasa seperti yang ada, paling lama dua bulan akan berlubang kembali, bukankah pihak kontraktor (PT.Vertikal Tiara Manunggal) harus melakukan pengaspalan kembali hasil pekerjaannya yang telah rusak..? tanya sumber dengan nada kecewa

Penil Dicky sebagai Pejabatat Pembuat Komitmen (PPK) tahun 2020 pada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Ruas Toboli-Ampibabo-Sini-Tinombo, memberi tanggapan atas kerusakan hasil pekerjaan tersebut, pada edisi sebelumnya, mengatakan “mungkin faktor kerusakan hasil pekerjaan tersebut di duga kurang baiknya agregat subbase kelas A yang di gunakan oleh PT.Vertikal Tiara Manunggal” dan kami telah melakukan tugas dan tanggung jawab kami sebagai PPK tahun 2020, dengan menyurat pada pihak kontraktor agar segerah memperbaiki, dan semestinya anda (wartawan) harus melakukan konfirmasi pada PPK dan Satker tahun 2019 karna merekalah yang bertenggungjawab pada hasil perkerjaan tersebut.Ungkap Penil Dicky pada tanggal (06/08) pukul 15.08 wita melalui pesan WhatsApp.

Kepala Satuan Kerja (Ka Satker) tahun 2020 Muhammad Amin Hamid ketika di konfirmasi oleh media ini di kantornya, mengatakan, pada prinsipnya kami telah melakukan langka-langka sesui dengan kewenangan kami. Dalam hal ini telah menyurati dan meminta agar pihak PT.Vertikal Tiara Manunggal dapat memperbaiki hasil pekerjaannya. Dan mengenai perbaikan dengan menggunakan material biasa yang di duga bercampur batu, itu hanya sementara waktu, dan akan di bongkar kembali setelah cuaca sudah tidak musim penghujan lagi, yang selanjutnya akan di lakukan pengaspalan.

Terkait Perbaikan hasil pekerjaan di diuga hanya di lakukan penimbunan yang berlubang dengan menggunakan material sirtu yang bercampur batu bundar, pihak PT.Vertikal Tiara Manunggal Erik Agan yang juga sebagai pelaksana proyek, belum memberikan tangapan.

HS|Atnan

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )