Sekolah SDN 15 Bokat Butuh  Penambahan Guru Agama

Sekolah SDN 15 Bokat Butuh  Penambahan Guru Agama

HarianSiber.Com BUOL-Proses belajar mengajar di tengah pandemi corona virus desease (covid 19) semua sekolah dikabupaten buol melaksanakan metode belajar siswa baik dalam jairngan (daring) maupun luar jaringan (luring) sesuai anjuran protokol kesehatan secara nasional.Di Sekolah dasar Negeri (SDN) 15 bokat desa Bokat IV Kecamatan Bokat kabupaten buol sejak libur masuk sekolah proses belajar anak didik dikelas ditiadakan  alias tidak melakukan tatap muka langsung dengan siswa diruang kelas namun diganti dengan cara belajar kelompok dari rumah lewat metode luring.”selama masa pandemi ini semua siswa belajar kelompok dari rumah tidak ada yang belajar disekolah.”ungkap Kepsek SDN 15 Bokat Faridah S Pd Pada minggu(5/9/20).

Ia mengatakan sesuai anjuran dan surat edaran dari dinas dikbud setempat protokol kesehatan  wajib dilaksanakan  disekolah selama wabah virus corona (covid 19) belum berakhir, setiap hari semua guru bidang studi tidak melakukan proses belajar  dengan tatap muka di ruang kelas di ganti dengan belajar kelompok di rumah dengan jumlah siswa bervariasi sesuai jenjang kelas masing-masing ada yang 5-10 orang anak didik dalam satu kelompok belajar, kegiatan ini rutin dilakukan guru  bidang studi setiap hari berkunjung kerumah anak didik untuk memberikan bahan atau modul pembelajaran secara bergantian.

Dijelaskannya ada beberapa kendala yang di hadapi sekolah selama masa pandemi ini antaranya tidak tersediannya fasilitas belajar siswa seperti meja belajar anak didik saat belajar kelompok dirumah sehingga terpaksa duduk melantai dan menulis membukuk kelantai, selain itu sekolah yang masuk daerah terpencil ini memiliki beragam suku dan agama, masih kekurangan guru bidang studi agama hindu dan kristen sehingga pihak sekolah hanya  sebatas menyiapkan modul  pelajaran agama  alias anak didik belajar sendiri, meski demikian orang tua wali murid meminta sekolah untuk  mengusulkan atau menambah guru agama yang masih kurang disekolah.Untuk dana Biaya operasional sekolah (BOS) dengan jumlah siswa sekitar 60 orang belum dapat mencukupi kebutuhan siswa selama belajar di masa pendemi dewasa ini berbedah dengan sebelumnya.”  mudah-mudahan dinas tehnis dapat menyahuti permintaan dari wali murid siswa untuk dapat menamba guru agama hindu dan kristen disekolah agar proses belajar berjalan dengan baik dan lancar.”demikian Faridah

Wartawan : Rustam

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )